Jumat, 22 Mei 2026

194 Lulusan Apoteker Unjani Diambil Sumpah, Daini Anak Petani Babel Raih Predikat Terbaik

Nilai CBT tertinggi diraih Daini Amanah, putri dari (Alm) Bapak Zamzi dan Ibu Farida asal Desa Cengkong Abang

Tayang:
Istimewa
Nilai CBT tertinggi diraih Daini Amanah, putri dari (Alm) Bapak Zamzi dan Ibu Farida asal Desa Cengkong Abang, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Bangka Belitung. 

 
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Program Studi Profesi Apoteker Fakultas Farmasi Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) meluluskan sebanyak 194 wisudawan pada Sidang Senat Terbuka pengucapan sumpah/janji apoteker program profesi apoteker Indonesia (UKMPPAI) pada periode 4 Agustus 2024.

Dekan Fakultas Farmasi Unjani, Fahrauk Faramayudha selaku Ketua Senat memimpin langsung pengucapan lafal sumpah/janji para lulusan, yang didampingi Rohaniawan Agama Islam, Katolik, Kristen Protestan dan Budha, Sabtu lalu.

Lulusan Apoteker Baru periode Oktober 2024 tertuang dalam Berita Acara Nomor : BA-34/FFA-UNJANI/X/2024. Dari 194 mahasiswa yang lulus, 118 orang di antaranya berpredikat cumlaude, 73 orang sangat memuaskan, dan tiga orang memuaskan.

Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tertinggi 4,00, IPK terendah 3,40 dan IPK rata-rata 3,79.
Nilai CBT tertinggi diraih Daini Amanah, putri dari (Alm) Bapak Zamzi dan Ibu Farida asal Desa Cengkong Abang, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Bangka Belitung. Sedangkan nilai OSCE tertinggi Nasional diraih, Wilda Haifa Azhari, putri dari Sapri Jaya dan Linda Sariningsih asal Desa Cangkorah, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.

Pengurus Kolegium Ilmu Farmasi Indonesia atau KIFI, Prof Nasrul Wathoni menyampaikan bahwa KIFI saat ini sudah mengikuti revolusi teknologi 4.0 dalam pengembangan profesi apoteker, yakni melalui situs web: https://kifi.or.id. Pada website itu, sertifikat kompetensi sudah dapat diunduh langsung oleh lulusan dengan menggunakan akun masing-masing yang sudah teregister. 


Selain itu, informasi terkait pengembangan profesi, pengembangan karir, advance practice semua dapat dilihat melalui website tersebut.

"Semoga dengan adanya website ini dapat menambah layanan dari kolegium untuk sejawat apoteker dan Perguruan Tinggi Farmasi dalam kolaborasi menghasilkan tenaga profesi apoteker yang kompeten serta menunjang peningkatan mutu pelayanan kefarmasian yang merupakan bagian integral dari Sistem Kesehatan Nasional," ucapnya, Selasa (8/10/2024).

Wakil Rektor III, dr. Dewi Ratih Handayani mengucapkan selamat kepada apoteker baru atas capaiannya, karena sudah sah dengan gelar “Apoteker”nya. Tentu, kata Dewi, ini menjadi pencapaian luar biasa atas penantian luar biasa.

"Tahap demi tahap sudah dilalui, sudah menjadi Sarjana Farmasi sekarang menjadi Apoteker, tentunya bangga ya, karena pastinya tidak semua orang atau teman-teman kalian yang di Sarjana Farmasi mungkin tidak sampai ke level ini, jadi bersyukurlah dan bangga atas perjuangannya," ucapnya.

Dewi Ratih berharap para lulusan dapat segera kembali ke daerahnya untuk mengamalkan atau membaktikan ilmu yang telah didapat, kompetensi yang telah dimiliki, guna bertugas melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya sebagai apoteker. Dia berpesan agar dapat menjaga nama baik almamater dengan karya dan berprestasi terbaik di tengah masyarakat.

Prestasi seorang Anak Petani

Daini Amanah, anak kedua dari tiga bersaudara dengan ayah dan ibu berlatarbelakang petani, berasal dari Desa Cengkong Abang, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Bangka Belitung.

Setelah menamatkan pendidikan di sekolah lanjutan atas, pada 2014 mencoba ikut bersaing dengan lulusan yang sama melanjutkan studi Pendidikan Tinggi di Poltekes Kemenkes Pangkalpinang. Cita-citanya untuk menjadi tenaga Kesehatan (Nakes) dengan memilih Program Studi D-3 Farmasi berhasil lolos. 


Tiga tahun menjalani proses pendidikan dengan biaya orangtua pun berlalu, hingga mencapai kelulusan dengan hasil terbaik. Keinginan untuk melanjutkan studi ke jenjang berikutnya sangat kuat, namun terhalang kendala mahalnya biaya. Daini memulai bekerja dengan niat menabung untuk melanjutkan studi.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved