Mengenal Gejala dan Penanganan Kanker Kulit

Dr Mariza menuturkan gejala kanker kulit ini bervariasi, bisa ditemukan di permukaan kulit yg sering terpapar sinar matahari

Istimewa
Mengenal Gejala dan Penanganan Kanker Kulit 

TRIBUNJABAR.ID Kanker kulit adalah pertumbuhan sel kulit yang abnormal. Umumnya, kondisi  ini ditandai dengan perubahan pada kulit, seperti munculnya bercak kemerahan atau bercak menyerupai tahi lalat, atau benjolan dengan bentuk dan ukuran yang tidak normal.
 Dr Mariza Febyani, Sp.D.V.E dari Santosa Hospital Bandung Central, mengatakan ada beberapa macam penyebab kanker kulit.  Diantaranya, disebabkan oleh faktor eksternal seperti paparan sinar matahari yang lama. 

“Biasanya ditemukan pada pasien yang rentan terhadap sunburn (kulit kemerahan, terasa perih dan panas bila terpapar sinar matahari). Orang-orang berkulit putih cenderung lebih rentan terhadap sunburn. Paparan sinar matahari ini termasuk penyebab utama kanker kulit,” ujarnya, Minggu (1/9/2024).  Kemudian, penyebab lainnya adalah heater atau pemanas yang kontak dengan kulit dalam jangka waktu lama.

Pekerjaan yang berisiko tinggi seperti berhubungan dengan radiasi atau bahan kimia tertentu hingga obat-obat yang sifatnya imunosupresan. Terjadinya kanker kulit pun bisa disebabkan oleh faktor internal  antara lain yaitu faktor genetik, ada riwayat kanker kulit dalam keluarga, adanya kelainan genetik atau mutasi gen, kondisi imun pasien yang menurun contohnya; pasien AIDS,  menderita kanker ganas lain yang menyebar ke kulit (misal beberapa tipe leukimia).

SAN010309
Dr Mariza Febyani, Sp.D.V.E Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin

Dr Mariza menuturkan gejala kanker kulit ini bervariasi, bisa ditemukan di permukaan kulit yg sering terpapar sinar matahari, tapi dapat juga ditemukan di anggota tubuh lain.  “Gejalanya berupa bercak kemerahan, bisa disertai rasa gatal atau tanpa gejala. Bila bercak ini tidak pernah hilang dalam jangka waktu lama dan semakin melebar, makan pasien dianjurkan segera memeriksakan kelainan kulit tersebut.”

Bercak kemerahan ini juga bisa berupa ruam kemerahan menyerupai jala yang disebut Erythema ab igne. Biasanya muncul di kulit yang sering kontak dengan pemanas atau benda panas, contohnya kebiasaan memangku laptop. Gejala lain bisa berupa bercak menyerupai tahi lalat dengan tepi tidak teratur, disertai ukuran makin membesar. Pada bercak ini pun bisa muncul luka basah atau borok yang sulit sembuh (tidak kering lebih dari 1 bulan).

Ada beberapa jenis kanker kulit, kata dr Mariza, dengan 2 tipe melanoma dan non melanoma. “Untuk tipe non melanoma, contohnya antara lain karsinoma sel basal, karsinoma sel skuamosa, dan kanker kulit ganas lainnya misalnya Kaposi's sarcoma yg bisa ditemukan pada penderita AIDS,” tambahnya.  Adapun untuk melanoma sendiri ada empat subtipe. Secara garis besar untuk tipe melanoma ini ditandai dengan bercak kehitaman dengan tepi tidak rata. 

Bila pasien memiliki gejala demikian, waktu yang tepat untuk pemeriksaan adalah sedini mungkin. 
 “Bila ada lesi kulit (kelainan kulit) yang sulit sembuh dalam jangka waktu lama, atau muncul bercak yang tampak mencurigakan, segera diperiksakan ke dokter SpDVE,” kata dia.  Sebagai informasi, SpDVE adalah terminologi baru untuk dokter SpKK (Dermatologi Venereologi Estetik). 


“Pasien saya dari Jepang dan Korea sudah paham mengenai ini karena sudah teredukasi dengan baik oleh dokter di negara yang bersangkutan. Ada yang general check up mandiri setiap 6 bulan ke dokter SpDVE atau setiap muncul bercak, mereka segera memeriksakan diri ke dokter,” jelasnya.  Setelah pasien memeriksakan diri, penegakan diagnosis bisa dilakukan dengan pemeriksaan klinis dan pemeriksaan lainnya.


“Pada beberapa kasus, dokter yang berpengalaman bisa mengenali gejala-gejala kanker kulit dengan pemeriksaan luar. Pemeriksaan juga bisa dilakukan dengan alat non invasif yang kita sebut sebagai dermatoscope, mirip kaca pembesar tapi bisa melihat struktur kulit lebih dalam,” ucapnya. 
Bila dengan pemeriksaan klinis biasa dan dermatoscope masih inconclusive (diagnosis belum dapat ditegakkan), maka pasien akan disarankan untuk menjalani pemeriksaan biopsi. 


Pemeriksaan biopsi adalah tindakan invasif, yaitu dengan cara mengambil sampel kulit (bisa dengan tindakan bedah eksisi atau dengan alat punch).  “Tujuannya untuk melihat struktur sel kulit dengan mikroskop,” ujarnya.  Pasien kanker kulit bisa menjalani terapi untuk penyembuhan, tergantung dark staging atau diagnosis kanker kulit, masuk tipe yang mana. 
 “Ada beberapa kasus ringan bisa diberikan obat oles khusus. Tapi untuk sebagian besar kasus disarankan dilakukan tindakan bedah,” katanya. 


Dengan tindakan bedah ini, bisa ditentukan kedalaman sel kanker dan apakah bagian tepi tumor yang diangkat sudah bersih dari sel kanker atau tidak.  “Dokter SpDVE pun akan bekerja sama dengan dokter spesialis lain, seperti dokter bedah dan dokter internist sub bagian onkologi,” ujar dia.
 Untuk pasien kanker kulit yang sudah terdiagnosa hal yang penting adalah sedini mungkin konsultasi dengan dokter. 


“Bila sudah diobati dan dinyatakan sembuh, harus menghindari aktivitas outdoor yang lama,” imbaunya. 
 Hindari paparan sinar matahari lama, dan jangan lupa rutin penggunaan krim dan lotion tabir surya. 
“Walaupun hanya berdiam di dalam rumah pun, tetap wajib menggunakan sunscreen. Dan jangan lupa asupan nutrisi yang baik juga penting,” tegasnya. 


Pasalnya, bila kanker kulit diabaikan bisa berbahaya. Beberapa tipe kulit sifatnya desktruktif, bisa merusak kulit menyebabkan kerusakan yang luas hingga ke organ dalam. 

“Akhirnya pasien mengalami deformitas dan kecacatan,” ucapnya.  Untuk tipe melanoma sendiri sering terjadi metastasis dengan angka kematian yang tinggi, tergantung staging kankernya.

Untuk konsultasi lebih lanjut, Anda bisa berkonsultasi di Santosa Hospital Bandung Central kepada Dr Mariza Febyani, Sp.D.V.E setiap hari Senin, Rabu dan Kamis pukul 15.00-17.00 WIB. (*)

SAN20309
Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved