Kenali Gejala Kanker pada Anak Sejak Dini Ini yang Harus Diwaspadai Orangtua
dr. Anne Susanty, Sp.A(K)., M.Kes, menyebut pentingnya peran orangtua mengenali gejala kanker pada anak sejak dini.
TRIBUNJABAR.ID - Kanker tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi juga dapat dialami oleh anak sejak usia bayi.
Dokter Anak Konsultan Hematologi-Onkologi, dr. Anne Susanty, Sp.A(K)., M.Kes, menyebut pentingnya peran orangtua dalam mengenali gejala kanker pada anak sejak dini agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Menurut dr. Anne, kanker pada anak adalah kanker yang terjadi pada usia di bawah 18 tahun. Jenis dan karakteristiknya berbeda dengan kanker pada orang dewasa. Perbedaan tersebut terlihat dari jenis kanker yang muncul, pola pertumbuhan sel kanker, hingga tata laksana penanganannya.
“Pada anak, jenis kanker yang paling sering ditemukan berbeda dengan orang dewasa. Pola pertumbuhan dan respons pengobatannya juga tidak sama,” ujarnya, Kamis (8/1/2026).
dr. Anne mengutip, data menunjukkan bahwa kasus kanker pada anak di Indonesia masih tergolong tinggi. Pada tahun 2020, lebih dari 11.000 anak di Indonesia terdiagnosis kanker untuk pertama kalinya.
Sementara itu, laporan GLOBOCAN tahun 2022 mencatat lebih dari 400.000 anak di Indonesia hidup dengan kanker.
"Adapun jenis kanker anak yang paling banyak ditemukan adalah leukemia," imbuhnya.
Setelah itu diikuti oleh retinoblastoma atau kanker mata. Selain itu, terdapat pula jenis kanker lain seperti osteosarkoma atau kanker tulang, neuroblastoma, limfoma, dan jenis keganasan lainnya.
"Salah satu tantangan utama dalam mendeteksi kanker pada anak adalah gejalanya yang sering kali menyerupai penyakit infeksi biasa."
Beberapa gejala umum yang kerap muncul antara lain berat badan anak tidak bertambah, anak tampak pucat atau mengalami anemia, munculnya perdarahan di beberapa bagian tubuh, adanya benjolan, serta demam yang naik turun tanpa sebab yang jelas.
“Gejala kanker pada anak bersifat tidak spesifik dan sering baru terlihat jelas pada stadium lanjut. Pada tahap awal, keluhan ini sering disalahartikan sebagai infeksi biasa,” jelasnya.
Kondisi tersebut diperburuk pada anak usia kecil yang belum mampu menyampaikan keluhan dengan baik. Anak sering kali hanya tampak rewel, sering menangis, dan tidak mau makan, sehingga orangtua tidak menyadari adanya masalah yang lebih serius.
Meski demikian, terdapat sejumlah tanda yang seharusnya membuat orangtua lebih waspada.
dr. Anne menyebutkan demam berkepanjangan tanpa sebab yang jelas, penurunan berat badan, nafsu makan yang berkurang, anak tampak pucat, muncul lebam atau perdarahan tanpa benturan, benjolan di tubuh, serta nyeri tulang yang tidak jelas penyebabnya sebagai gejala yang perlu diperhatikan.
Selain itu, nyeri kepala hebat yang disertai mual dan muntah menyemprot juga menjadi tanda bahaya yang tidak boleh diabaikan.
| Setelah 40 Tahun Tertutup Kios PKL, Pemilik Toko di Cicadas Lega Depan Usahanya Kini Rapi |
|
|---|
| Jadwal Pendaftaran SPMB Kota Bandung 2026 Jalur Prestasi dan Afirmasi, Cek Persyaratan |
|
|---|
| Gelombang Kedua Jemaah Haji Kabupaten Bandung Berangkat 18 Mei, Gabung dengan Indramayu dan Bekasi |
|
|---|
| Jelang Rapimnas di Bandung, SOKSI Gelar Bakti Sosial Donor Darah dan Cek Kesehatan di Kantor Golkar |
|
|---|
| Umuh Muchtar Minta Performa Persib Bandung Tak Ikut Pincang meski Ditinggal 3 Sosok Penting |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Dokter-Anak-Konsultan-Hematologi-Onkologi-dr-Anne-Susanty-SpAK-MKes-menyebut-pentingnya.jpg)