Selasa, 14 April 2026

Penanganan Gigi Impaksi di Santosa Hospital Bandung Central

Gigi impaksi adalah gigi yang tidak dapat tumbuh dengan sempurna pada tempat dan posisi yang seharusnya di rongga mulut dalam rentang usia erupsi

|
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
Istimewa
Penanganan Gigi Impaksi di Santosa Hospital Bandung Central 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gigi impaksi adalah gigi yang tidak dapat tumbuh dengan sempurna pada tempat dan posisi yang seharusnya di rongga mulut dalam rentang usia erupsi gigi tersebut. 

Penyebabnya, dikarenakan adanya hambatan dalam proses erupsi (tumbuh gigi), antara lain terhalang tulang, adanya gusi yang tebal, terhalang gigi sebelahnya, posisi benih gigi yang abnormal, dan lain-lain. 

SAN12208
Drg Tia Sutiawati, Sp. BM Dokter Spesialis Bedah Mulut

Sering kali penderita gigi impaksi mengalami rasa tidak nyaman hingga nyeri yang berulang, terdapat pembengkakan di gusi gigi impaksi tersebut. Bahkan, kadang kala disertai kerusakan gigi sebelahnya yang terdorong oleh gigi impaksi

Drg Tia Sutiawati, Sp. BM Dokter Spesialis Bedah Mulut dari Santosa Hospital Bandung Central, mengatakan penanganan gigi impaksi, langkah pertama dengan dilakukan anamnesa atau tanya jawab dengan pasien mengenai keluhan yang dirasakan. 

“Kemudian dilakukan pemeriksaan klinis rongga mulut. Untuk kasus gigi impaksi diperlukan pula rongent foto panoramik yang dapat memberi gambaran lengkap antara lain posisi gigi impaksi, jumlah akar, hub akar gigi dengan pembuluh darah dan syaraf, kelainan-kelainan lain di dalam tulang, dan sebagainya,” ujarnya, kepada Tribunjabar.id, Rabu (21/8/2024). 

Drg Tia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan klinis dan radiologi, diagnosa impaksi ditegakkan, selanjutnya penilaian apakah dilakukan tindakan pengambilan gigi impaksi (odontektomi) dengan pembiusan lokal di poliklinik atau pembiusan umum di kamar operasi.

“Pertimbangan apakah dengan pembiusan lokal atau umum posisi gigi impaksi, antara lain dilihat dari normal tidaknya buka mulut pasien, apakah terdapat kelainan lain yang menyertai gigi impaksi, apakah pasien memiliki kecemasan berlebih dengan tindakan dental, adanya refleks muntah dan lain-lain,” jelasnya. 

Sehingga, ketika ada keluhan sebaiknya segera memeriksakan ke Dokter Gigi Spesialis Bedah Mulut agar dapat dilakulan penilaian apakah memang gigi tersebut impaksi atau ada masalah lain. 

“Tatalaksana gigi impaksi adalah dengan tindakan pengambilan gigi impaksi (odontektomi), kecuali untuk impaksi gigi taring yang akan dilakukan perawatan orthodonti untuk perapihan gigi dengan behel,” tuturnya. 

Drg Tia tak menampik, gigi impaksi beresiko besar menyebabkan infeksi apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat dapat mengalami perluasan hingga ke organ lain. 

“Gigi impaksi sebenarnya dapat mengenai semua gigi, berturut-turut yang tersering adalah gigi geraham bungsu/geraham terakhir RB, geraham bungsu RA, gigi taring dan gigi geraham kecil,” kata dia. 

Dijelaskannya, gigi tersebut dikatakan impaksi tergantung dari usia seharusnya gigi tersebut erupsi. 

“Misal, geraham bungsu erupsi di usia 17-25 thn, apabila dalam rentang usia tsb gigi bungsu tidak tumbuh sempurna maka gigi tsb didiagnosa mengalami impaksi,” ucapnya. 

Anda bisa mendapatakan layanan konsultasi terkait demensia di Santosa Hospital Bandung Central kepada Drg Tia Sutiawati, Sp. BM,  setiap hari Senin & Rabu pukul  16.00 - 18.00 WIB dan Sabtu pukul 09.00 - 11.00 WIB.

SAN22208
Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved