Breaking News

Berita Viral

Kisah Abimana Bocah Pendaki Gunung, 2 Tahun Sudah Taklukkan 8 Gunung, Pilih Kurangi Main Gadget

Bocah bernama Abimana ini jadi sorotan dan menuai pujian. Dalam 2 tahun bisa menginjakkan kakinya di 8 gunung, ajak teman sebaya kurangi main gadget

Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Kolase Instagram @folkshitt
Kisah Abimana Bocah Pendaki Gunung, 2 Tahun Sudah Taklukkan 8 Gunung, Pilih Kurangi Main Gadget 

Tidak tanggung-tanggung, ketinggiannya mencapai 2.478 meter dari permukaan laut (MDPL). Puncaknya Bernama Bulu Rante mario.

Tak hanya gunung Latimojong, ia diketahui pernah menaklukkan gunung-gunung yang ada di pulau Jawa.

Alih-alih lebih rendah, gunung lain yang ia daki tak beda jauh ketinggiannya dengan Gunung Latimojong. 

Sebut saja Gunung Slamet setinggi 3429 MDPL dan Gunung Ciremai dengan ketinggian 3,078 MDPL.

Setiap sampai kepuncak, wanita lansia itu selalu mengabadikannya. 

Sehingga, foto-fotonya menjadi bukti bahwa usia bukanlah halangan untuk tetap aktif menjadi pendaki, definisi umur hanyalah angka.

Kisah wanita lansia ini pun menjadi viral dan mengundang perhatian netizen. 

Banyak yang salut dan menganggap bahwa lansia ini memang sepuh di dunia pendakian. 

Memang sepertinya, ia sudah aktif ketika sewaktu muda dan terus melakukannya sampai tua.

"Ampun mbah, kalah jauh," kata salah satu warganet.

"Raga boleh menua tapi jiwa semangat muda, menyala mbahku," imbuh warganet lain.

"Ini pasti anak mudanya anak gunung banget," sambung yang lain.

"Definisi menikmati hari tua yang indah," timpal warganet lainnya.

Baca juga: Viral, Kisah Nenek Pembawa Daun Kering di Jabar Ternyata Sultan Kampung, Rumah Bak Istana Disorot

Sosok Wahyuni

Usut punya usut, nenek tersebut bernama Wahyuni.

Dia merupakan pendaki gunung wanita tertua di Indonesia asal Kota Pekalongan, di mana baru-baru ini ia bersama dua anaknya menaklukkan keganasan Gunung Latimojong Sulawesi Selatan.

Meski sudah tak muda lagi, namun semangat Wahyuni melebihi anak muda dalam hal bertualang.

Wahyuni sudah memiliki 9 anak itu, ia bersama dua anaknya menghabiskan waktu 4 hari untuk menapaki puncak tertinggi di Sulawesi Selatan.

"Kalau dari lereng hingga puncak dan kembali lagi, kami menghabiskan waktu 4 hari.

Namun perjalanan dari Kota Pekalongan ke Sulawesi hingga pulang lagi, sampai 28 hari," jelas Wahyuni.

Sejumlah kejadian tak terlupakan pun di tuturnya Wahyuni, baik ekstremnya jalur, hingga insiden copotnya kuku kaki usai menjelajah atap tertinggi Sulawesi Selatan.

"Jalurnya penuh lumut, kami harus merambat dan memanfaatkan akar pohon untuk menuju puncak.

Karena lelah sampai tak terasa kuku kaki saya copot saat turun," ucapnya.

Tercatat Wahyuni sudah mengepakkan kaki di dua gunung tertinggi di Indonesian.

Selain Gunung Latimojong, ia juga pernah merasakan puncak Gunung Rinjani, serta sejumlah gunung di pulau Jawa.

Meski demikian, Wahyuni mangaku masih ingin mendaki 7 puncak tertinggi di Indonesia.

"Ada rencana untuk mendaki ke Gunung Kerinci di Sumatera, mungkin tahun depan sembari mengumpulkan uang.

Cita-cita saya bisa merasakan 7 puncak tertinggi di Indonesia," imbuhnya.

Baca juga: Kisah Nenek Bahriyah Jadi Tersangka Sengketa Tanah, Dilaporkan Keponakan, Sang Anak Cari Keadilan

Dijelaskannya bukan perkara mudah untuk mendaki gunung di Indonesia, selain niat serta fisik, biaya yang tak murah juga harus dipersiapkan.

"Biaya yang saya keluarkan bersama dua anak saya sekitar Rp 10 juta untuk mendaki Gunung Latimojong.

Uangnya dari keuntungan berdagang nasi, di tambah dengan biaya hasil jualan kaos anak saya," imbuhnya.

Ia menambahkan, untuk para pecinta alam dan pendaki gunung muda, agar menghargai alam dan merawat supaya tetap lestari.

"Jangan sampai alam rusak, nanti anak dan cucu tidak bisa menikmatinya.

Jangan sekali-kali mengotori gunung, serta persiapkan peralatan yang aman saat mendaki," tandasnya.

Sebagian artikel ini diolah dari TribunTrends.com dengan judul Sosok Nenek Viral Usia Senja Masih Kuat Naik Gunung, Ini Foto-fotonya saat Berhasil Mencapai Puncak

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved