Berita Viral

Kisah Abimana Bocah Pendaki Gunung, 2 Tahun Sudah Taklukkan 8 Gunung, Pilih Kurangi Main Gadget

Bocah bernama Abimana ini jadi sorotan dan menuai pujian. Dalam 2 tahun bisa menginjakkan kakinya di 8 gunung, ajak teman sebaya kurangi main gadget

Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Kolase Instagram @folkshitt
Kisah Abimana Bocah Pendaki Gunung, 2 Tahun Sudah Taklukkan 8 Gunung, Pilih Kurangi Main Gadget 

TRIBUNJABAR.ID - Seorang bocah bernama Abimana ini tengah jadi sorotan hingga menuai pujian dari warganet.

Dalam kurun waktu 2 tahun belakangan ini Abimana sudah bisa menginjakan kakinya di 8 gunung berbeda.

Meski usianya masih dini, Abimana mendapatkan dukungan menjadi pendaki gunung cilik dari orangtuanya.

Pasalnya, ada misi di balik aksinya menaklukkan 8 gunung tersebut.

Ternyata ketimbang bermain gadget, Abimana lebih memilih untuk bisa mengeksplor alam.

Baca juga: Viral Video Bocah 9 Tahun Bawa Kabur Mobil yang Sedang Dipanaskan di Kemang, Berujung Tabrakan

Sontak kisah Abimana pendaki gunung cilik ini menjadi tamparan bagi anak sebayanya yang sibuk bermain gadget.

Kisah Abimana, pendaki gunung cilik ini baru-baru ini viral dibagikan akun Instagram @folkhitt, dikutip Tribunjabar.id, Selasa (6/8/2024).

Dalam unggahan yang dibagikan, memperlihatkan beberapa foto saat Abimana menakulkkan 8 gunung yang pernah dia jejaki.

Tak hanya itu, dalam salah satu fotonya, Abimana mengajak teman sebayanya untuk mengurangi bermain gadget dan pergi untuk eksplor alam.

“Pesan untuk gen Alpha, ‘jangan main gadget terus kawan, mari eksplore alam’,” tulis pesan dalam unggahan foto Abimana.

Kemudian, dalam unggahan tersebut juga diperlihatkan deretan 8 gunung yang sudah dijejaki Abimana, di antaranya.

1. Gunung Penanggungan di Jawa Timur
2. Gunung Butak di Jawa Timur
3. Gunung Butak di Jawa Timur
4. Gunung Sumbing di Jawa Tengah
5. Gunung Pundak di Mojokerto, Jawa Timur
6. Gunung Lorokan di Mojokerto, Jawa Timur
7. Gunung Merbabu di Boyolali, Jawa Tengah
8. Gunung Prau di Dieng, Jawa Tengah

Setiap sukses menginjakkan kakinya di 8 gunung tersebut, Abimana tak lupa mendokumentasikan momen keberhasilannya menaklukkan 8 gunung tersebut.

Lalu, di foto lainnya diungkap kisah Abimana bisa menaklukkan 8 gunung tersebut.

Rupanya Abimana menjadi pendaki gunung cilik bisa menginjakkan kakinya 8 gunung tersebut berkat dukungan orangtunya.

Baca juga: Kisah Pilu Bocah 12 Tahun Jadi Pedagang Tahu Bulat, Cari Nafkah Demi Bantu Biaya Berobat Orangtua

Ternyata 8 gunung tersebut bisa taklukkan Abimana hanya dalam kurun waktu 2 tahun.

“Dengan dukungan ortu, aku wujudkan pengalaman eksplor alam mulai tahun 2022 -2024,” tulis dalam keterangan fotonya.

Abimana juga memberikan kalimat bijak untuk mengajak anak sebayanya bermain di alam bebas ketimbang bermain gadget.

Menurutnya tidak ada kata terlambat untuk mencoba mengeksplor alam selagi ada kemauan.

“Kita semua lahir dari alam, untuk alam dan kembali pada alam”

“Tidak ada kata terlambat ya kawan.”

“Jadi letakkan gadgetmu, eksplor alammu karena duniamu luas sekali, Salam Lestari, Abimana,” tulis dalam keterangan fotonya.

Beberapa foto Abimana saat menaklukkan 8 gunung tersebut juga diuggah di akun Instagram orangtuanya, @chintamutiara.

Setelah ditelusuri, ternyata orangtua Abimana sendiri merupakan pecinta alam.

Sang ibu bernama Chinta Mutiara berprofesi sebagai pamandu pendakian gunung asal Tuban, Jawa Timur.

Ternyata kecintaannya terhadap alam juga dikuti oleh putranya, Abimana.

Kini, kisah Abimana bocah pendaki gunung yang menaklukkan 8 gunung tersebut menuai pujian dari warganet.

Baca juga: Kisah Bocah SD Asal Bogor Rela Jualan Sepatu Sampai Malam, Bayar Kontrakan Rp 750 Ribu Per Bulan

Tak sedikit warganet yang memuji aksi bocah bernama Abimana tersebut mengeksplor alam sejak dini dan mengajak teman sebayanya mengurangi bermai gadget.

Berikut beragam komentar warganet.

“Respect”

“Didikan ortunya juga hebat, lingkungan sehat, maka sibocil lebih bersahabat, lanjutkan cil”

“Dibalik itu org tuanya sudah dipastikan profesional dalam hal pendakian , intinya tugas kita kalau mau ngajak anak kecil itu ya gimana caranya biar si anak enggak bosan , berbeda dgn kita karena sudah menjadi hobi , kalau anak kecil gampang bosan kalau diajak ke alam”

“Respect buat orang tuanya.”

“Kelas cilll,” tulis beragam komentar warganet.

Kisah Lainnya - Kisah Wahyuni, Pendaki Gunung Wanita Tertua Bercita-cita Mendaki 7 Puncak Tertinggi di Indonesia

Kisah serupa juga dilakukan oleh Wahyuni.

Jika Abimana mendaki gunung sejak dini, Wahyuni mendaki gunung meski usianya sudah tua.

Belakangan ini sosok Wahyuni, seorang nenek berhasil mendaki gunung Latimojong, Sulawesi Selatan ini viral dan jadi sorotan publik.

Meski diusianya yang sudah senja, ia tetap kuat mendaki puncak gunung dan menaklukannya.

Aksi Wahyuni nenek yang mendaki gunung Latimojong itu bahkan membuat pendaki lain tampak terkejut dan tidak sedikit yang mengabadikan dengan merekam dan meminta foto bareng,

Kini kisahnya dibagikan lewat video TikTok yang diposting oleh akun @sejenak.angin.

Baca juga: Viral Momen Seorang Nenek Mendaki Gunung Rinjani dengan Semangat, Buat Pendaki Lain Terkejut

Tanpa mengetahui umurnya, orang-orang akan tahu bahwa usianya ini sudah tak lagi muda. 

Siapa sangka sudah banyak gunung yang telah ditaklukan oleh Wahyuni seorang wanita tua ini. 

Salah satu pada postingan terlihat ia sukses sampai ke puncak Gunung Latimojong.

Gunung Latimojong adalah gunung tertinggi di Sulawesi Selatan.

Tidak tanggung-tanggung, ketinggiannya mencapai 2.478 meter dari permukaan laut (MDPL). Puncaknya Bernama Bulu Rante mario.

Tak hanya gunung Latimojong, ia diketahui pernah menaklukkan gunung-gunung yang ada di pulau Jawa.

Alih-alih lebih rendah, gunung lain yang ia daki tak beda jauh ketinggiannya dengan Gunung Latimojong. 

Sebut saja Gunung Slamet setinggi 3429 MDPL dan Gunung Ciremai dengan ketinggian 3,078 MDPL.

Setiap sampai kepuncak, wanita lansia itu selalu mengabadikannya. 

Sehingga, foto-fotonya menjadi bukti bahwa usia bukanlah halangan untuk tetap aktif menjadi pendaki, definisi umur hanyalah angka.

Kisah wanita lansia ini pun menjadi viral dan mengundang perhatian netizen. 

Banyak yang salut dan menganggap bahwa lansia ini memang sepuh di dunia pendakian. 

Memang sepertinya, ia sudah aktif ketika sewaktu muda dan terus melakukannya sampai tua.

"Ampun mbah, kalah jauh," kata salah satu warganet.

"Raga boleh menua tapi jiwa semangat muda, menyala mbahku," imbuh warganet lain.

"Ini pasti anak mudanya anak gunung banget," sambung yang lain.

"Definisi menikmati hari tua yang indah," timpal warganet lainnya.

Baca juga: Viral, Kisah Nenek Pembawa Daun Kering di Jabar Ternyata Sultan Kampung, Rumah Bak Istana Disorot

Sosok Wahyuni

Usut punya usut, nenek tersebut bernama Wahyuni.

Dia merupakan pendaki gunung wanita tertua di Indonesia asal Kota Pekalongan, di mana baru-baru ini ia bersama dua anaknya menaklukkan keganasan Gunung Latimojong Sulawesi Selatan.

Meski sudah tak muda lagi, namun semangat Wahyuni melebihi anak muda dalam hal bertualang.

Wahyuni sudah memiliki 9 anak itu, ia bersama dua anaknya menghabiskan waktu 4 hari untuk menapaki puncak tertinggi di Sulawesi Selatan.

"Kalau dari lereng hingga puncak dan kembali lagi, kami menghabiskan waktu 4 hari.

Namun perjalanan dari Kota Pekalongan ke Sulawesi hingga pulang lagi, sampai 28 hari," jelas Wahyuni.

Sejumlah kejadian tak terlupakan pun di tuturnya Wahyuni, baik ekstremnya jalur, hingga insiden copotnya kuku kaki usai menjelajah atap tertinggi Sulawesi Selatan.

"Jalurnya penuh lumut, kami harus merambat dan memanfaatkan akar pohon untuk menuju puncak.

Karena lelah sampai tak terasa kuku kaki saya copot saat turun," ucapnya.

Tercatat Wahyuni sudah mengepakkan kaki di dua gunung tertinggi di Indonesian.

Selain Gunung Latimojong, ia juga pernah merasakan puncak Gunung Rinjani, serta sejumlah gunung di pulau Jawa.

Meski demikian, Wahyuni mangaku masih ingin mendaki 7 puncak tertinggi di Indonesia.

"Ada rencana untuk mendaki ke Gunung Kerinci di Sumatera, mungkin tahun depan sembari mengumpulkan uang.

Cita-cita saya bisa merasakan 7 puncak tertinggi di Indonesia," imbuhnya.

Baca juga: Kisah Nenek Bahriyah Jadi Tersangka Sengketa Tanah, Dilaporkan Keponakan, Sang Anak Cari Keadilan

Dijelaskannya bukan perkara mudah untuk mendaki gunung di Indonesia, selain niat serta fisik, biaya yang tak murah juga harus dipersiapkan.

"Biaya yang saya keluarkan bersama dua anak saya sekitar Rp 10 juta untuk mendaki Gunung Latimojong.

Uangnya dari keuntungan berdagang nasi, di tambah dengan biaya hasil jualan kaos anak saya," imbuhnya.

Ia menambahkan, untuk para pecinta alam dan pendaki gunung muda, agar menghargai alam dan merawat supaya tetap lestari.

"Jangan sampai alam rusak, nanti anak dan cucu tidak bisa menikmatinya.

Jangan sekali-kali mengotori gunung, serta persiapkan peralatan yang aman saat mendaki," tandasnya.

Sebagian artikel ini diolah dari TribunTrends.com dengan judul Sosok Nenek Viral Usia Senja Masih Kuat Naik Gunung, Ini Foto-fotonya saat Berhasil Mencapai Puncak

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved