Tahun Ini Kemarau Basah, Dinkes Jabar Waspadai Peningkatan Kasus DBD hingga ISPA
Musim kemarau basah tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, karena masih turun hujan, sehingga perlu diwaspadai peningkatan penyakit DBD dan ISPA.
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan TribunJabar.id, Nazmi Abdurrahman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat (Jabar) mewaspadai peningkatan penyakit demam berdarah dengue atau (DBD) dan Infeksi saluran pernapasan (ISPA) saat memasuki musim kemarau basah.
Kepala Dinkes Jabar, Vini Adiani Dewi mengatakan, musim kemarau basah tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, karena masih turun hujan, sehingga perlu diwaspadai peningkatan penyakit DBD dan ISPA.
"Kemarau yang sekarang ini bukan kemarau yang murni, jadi ada La Nina dan El Nino yang bersinggungan, sehingga potensi ke arah beberapa penyakit seperti DBD masih bisa meningkat," ujar Vini, Kamis (25/7/2024).
Baca juga: Angka Kasus DBD di Cimahi pada 2024 Terus Menurun, Tapi Masyarakat Harus Tetap Waspada
Menurutnya, kasus di DBD di Jabar mengalami penurunan, jika dibandingkan periode Januari-Maret 2024. Namun, pihaknya meminta masyarakat untuk tetap waspada.
"Saat ini tidak ada peningkatan dibandingkan kemarin bulan Januari, Februari, Maret. dan bulan kemarin (Juni) dilaporkan hanya ada 300 (kasus). Jadi turun sekali, tapi tetap DBD ini penyakit sepanjang tahun," katanya.
Selain DBD, kata Vini, beberapa penyakit lainya yang harus diwaspadai saat musim kemarau basah, yakni infeksi saluran pencernaan atau diare, tifoid, hepatitis, hingga infeksi mata dan saluran pernafasan (ISPA).
"Untuk mengantisipasinya, tetap masyarakat harus melakukan PHBS perilaku hidup bersih dan sehat seperti cuci tangan di waktu-waktu terpenting atau pada saat memegang benda, barang, setelah melakukan aktivitas, saat mau makan, pulang dari kamar mandi," ucapnya.
Vini pun menghimbau agar masyarakat menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) saat melakukan aktivitas khususnya di luar ruangan.
Baca juga: Usai Libur Sekolah, Kini Bahaya DBD Mengancam Siswa di Kota Cimahi, Ternyata Ini Penyebabnya
"PHBS itu sesuatu hal yang memang harus dilakukan (untuk mengantispasi penyakit musim kemarau). Jadi, pokonya PHBS saja," katanya.
| Kasus Campak Meningkat, Dinkes Jabar Instruksikan Laporan Suspek 24 Jam dan Imunisasi Ulang |
|
|---|
| Langkah Cepat Pemprov Jabar Tangani Kasus Campak Melalui Imunisasi Terpadu |
|
|---|
| Kasus DBD di Ciamis Sudah Mencapai 134 Pada 2026 Ini, Dinas Kesehatan Ingatkan Warga |
|
|---|
| Penyakit Campak di Bandung Capai 248 Kasus, Mayoritas Diderita Anak yang Belum Diimunisasi |
|
|---|
| 28 Ribu Peserta BPJS PBI-APBN di Cirebon yang Mendadak Nonaktif, Reaktivasi Tak Bisa Otomatis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/kewaspadaan-dbd-pada-masa-pandemi-covid-19.jpg)