Senin, 4 Mei 2026

Pancasila untuk Dunia, Momentum Penerapan Pancasila di Dunia

Hari Lahir Pancasila merupakan momentum penting bagi bangsa Indonesia dalam merenungkan kembali butir-butir Pancasila

Tayang:
istimewa
Seminar bertemakan "Pancasila untuk Dunia", bertepatan dengan hari peringatan wafatnya Ir Soekarno, Jumat 21 Juni 2024, di Gedung Merdeka, Kota Bandung. 

Dalam seminar itu, Ketua Komisi I DPRD Jabar, Dr. H. Bedi Budiman didapuk menjadi salah satu pemateri. Bedi memberikan materi mengenai Geopolitik di Era Presiden Soekarno.

Kemudian, Penulis Buku berjudul Soekarno Menggenggam Dunia, Yudi Latif memberikan materi tentang nilai-nilai Universal Pancasila.

Bedi mengatakan, Ir Soekarno atau yang lebih akrab disebut dengan Bung Karno menjadi tokoh sentral dalam perjuangan Indonesia.

Tak hanya itu, Bung Karno berperan penting dalam merumuskan Pancasila sebagai dasar negara.

Dia mengungkapkan, pada sidang pertama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 29 Mei hingga 1 Juni tahun 1945, Bung Karno mengemukakan konsep dasar negara Indonesia yang terdiri dari lima prinsip yang kemudian dikenal sebagai Pancasila.

Ketika itu, Bung Karno merumuskan Pancasila berdasarkan pemikiran filosofis yang mendalam tentang kebangsaan, kemanusiaan, dan keadilan sosial.

"Bung Karno menginginkan dasar negara yang mampu mempersatukan berbagai kelompok etnis, agama, dan budaya di Indonesia," ungkapnya.

Menurutnya, Pancasila yang diyakini oleh Bung Karno mencerminkan nilai-nilai luhur seperti, ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial.

Bedi menilai Bung Karno sebagai Presiden pertama Indonesia senantiasa mengimplementasikan Pancasila dalam berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Bahkan, Bung Karno mempromosikan Pancasila melalui pidatonya yang berjudul “to build the world a new” di sidang umum PBB tanggal 30 sept 1960.

Padahal kondisi saat itu konflik ideologis sedang melanda dunia tetapi Bedi yakin Pancasila berhasil mempersatukan bangsa indonsesia yang memiliki keragaman etnis, suku bangsa, dan agama.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved