Minggu, 12 April 2026

Kasus Pembunuhan Vina Cirebon

Pengacara Terpidana: Orangtua Eki yang Curiga Bukan Kecelakaan, 2 Sosok Ini yang Beri Informasi

Orangtua Eki bersama tiga hingga empat anggota polisi lainnya kemudian menangkap Saka Tatal yang saat itu baru selesai membeli bensin

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/ Eki Yulianto
Saka Tatal (baju hitam) didampingi Pengacaranya, Titin, saat ditemui di rumahnya di wilayah Kota Cirebon, Sabtu (18/5/2024). 

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Saka Tatal (23), terpidana yang dinyatakan bebas sejak 2020 dalam kasus pembunuhan dan pemerkosaan Vina dan Eki, mengalami proses penangkapan yang penuh dengan kejanggalan.

Pengacaranya, Titin, menjelaskan kronologi penangkapan tersebut berdasarkan keterangan di persidangan.

"Proses penangkapan Saka dimulai dengan informasi kecelakaan yang memakan dua korban (Eki dan Vina)."

"Polsek Talun menerima laporan kecelakaan lalu lintas pada pukul 20.00 WIB dan tiba di TKP setengah jam kemudian. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit," ujar Titin saat diwawancarai mendampingi Saka di rumahnya, Sabtu (18/5/2024) malam.

Orang tua korban laki-laki, Eki, yang menerima kabar tersebut, mengunjungi Polsek Talun keesokan harinya.

Inilah sosok Iptu Rudiana, ayah almarhum Muhammad Rizki Rudiana atau Eki muncul ke publik.
Inilah sosok Iptu Rudiana, ayah almarhum Muhammad Rizki Rudiana atau Eki muncul ke publik. (Instagram)

"Orangtua Eki merasa curiga ini bukan kecelakaan setelah melihat motor anaknya," ucapnya.

Kecurigaan ini mendorong orangtua Eki untuk menyelidiki lebih lanjut.

"Dengan insting dan informasi dari dua pria berinisial D dan A, karena orang tua Eki ini adalah anggota polisi, diketahui bahwa Eki dan Vina dikejar," jelas Titin.

Informasi tersebut diperoleh dari pertemuan di perempatan Jalan Perjuangan menuju SMPN 11 Cirebon.

Baca juga: Sosok Saka Tatal Terpidana Kasus Pembunuhan Vina Cirebon Ngaku Korban Salah Tangkap, Tak Kenal 3 DPO

Pada hari berikutnya, sekitar pukul 14.00 WIB, D dan A menghubungi orang tua Eki, melaporkan bahwa sekelompok pemuda berkumpul di depan SMPN 11 Cirebon.

"Orangtua Eki bersama tiga hingga empat anggota polisi lainnya kemudian menangkap Saka Tatal yang saat itu baru selesai membeli bensin," katanya.

Selain itu, Titin juga menyoroti kejanggalan dalam kasus ini.

Tampang para pelaku pembunuhan dan pemerkosaan Vina Cirebon tahun 2016 lalu yang kembali viral di tahun 2024
Tampang para pelaku pembunuhan dan pemerkosaan Vina Cirebon tahun 2016 lalu yang kembali viral di tahun 2024 (Kolase Facebook)

"Sejak 2017, saya sudah menyampaikan kejanggalan-kejanggalan ini kepada media dan Komnas HAM, tetapi informasi tersebut tidak sampai ke pihak yang berkuasa," ujarnya.

Ia lantas menegaskan, bahwa kasus ini semakin terbuka setelah diangkat dalam film.

"Penanganan terhadap Saka memang penuh rekayasa dan ini sudah saya coba sampaikan sejak lama," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved