Kasus Pembunuhan di Garut

Jejak Kriminal Pembunuh Kakek Alex di Garut, Ngaku Kebal, Palak Tukang Siomay Malah Dihakimi Massa

Tantan, Febri dan Teten melakukan pengancaman terhadap salah satu pedagang siomay di Pasar Ceplak, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, September.

|
Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Ravianto
Istimewa/ Dok - Humas Polsek Garut Kota
Polisi saat mengamankan tiga orang preman yang jadi korban amuk massa setelah melakukan pengancaman terhadap salah satu pedagang siomay di Pasar Ceplak, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (12/9/2023) malam pukul 19.00 WIB. Satu dari tiga preman itu kemudian membalas dendam dan menghabisi nyawa kakek Alex dengan sadis, Minggu (5/5/2024). 
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Detik-detik kakek 73 tahun di Desa Ngamplang, Garut kehilangan nyawanya diungkap sendiri oleh 2 pelaku pembunuhan sadis yang baru tertangkap.
Kedua pembunuh kakek bernama Alex itu adalah Teten, 34 tahun dan Hilman, 19 tahun.

Dalam pengakuannya kepada polisi, Teten dan Hilman diketahui menghabisi nyawa kakek Alex saat dini hari.

Pembunuhan itu sendiri merupakan pembunuhan berencana karena keduanya sudah merencanakan pembunuhan sejak 2023.

Peristiwa itu terjadi di Kampung Ngamplang, Desa Ngamplang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (5/5/2024).

Dendam yang sudah dipupuk selama setahun itu akhirnya dituntaskan dini hari itu.

Tampang Teten (kursi roda) dan Hilman pelaku pembunuhan terhadap seorang kakek di Kampung Ngamplang, Desa Ngamplang, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Mereka dihadirkan dalam ekpose kasus tersebut di Mapolres Garut, Kamis (9/5/2024).
Tampang Teten (kursi roda) dan Hilman pelaku pembunuhan terhadap seorang kakek di Kampung Ngamplang, Desa Ngamplang, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Mereka dihadirkan dalam ekpose kasus tersebut di Mapolres Garut, Kamis (9/5/2024). (Tribun Jabar/ Sidqi Al Ghifari)

Dendam kesumat itu pun terlihat jelas dari cara mereka menghabisi nyawa kakek Alex.

Saat ditemukan, kondisi kakek Alex memang mengenaskan, kepala hancur sementara perutnya sobek yang membuat ususnya terburai.

Kasat Reskrim Polres Garut AKP Ari Rinaldo mengatakan, pelaku mempersiapkan diri dengan membawa senjata tajam berupa golok dan celurit, serta menggunakan masker dan topi.

Baca juga: BREAKING NEWS Pembunuh Kakek Alex Ditangkap, Polisi Akan Jelaskan Apa Motif Pembunuhan Sadis Itu

Mereka berangkat menuju rumah korban sekitar pukul 01.30 WIB dini hari menggunakan sepeda motor yang dikendarai Hilman.

Setibanya di lokasi, mereka memarkirkan sepeda motor di dekat Lapangan Golf Ngamplang yang berjarak sekitar 20 meter dari rumah korban lalu memanjat pagar untuk masuk ke dalam rumah.

"Mereka kemudian memanjat pagar rumah korban dan mematikan listrik kemudian masuk ke dalam rumah dan melakukan pembunuhan," ungkapnya.

Pelaku saat itu menggunakan senter untuk menerangi ruangan kemudian mendapati korban tengah duduk di ranjang.

Keduanya kemudian membuka masker dan melakukan kontak komunikasi dengan korban.

"Teten mendekati Alek sambil berkata, "Tah aing datang (Nih, aku datang)". Keduanya kemudian menyerang Alek dengan brutal,"

"Teten membacok wajah korban secara bertubi-tubi dengan golok, sementara Hilman Hakim membacok perut korban dengan celurit berkali-kali," ucap AKP Ari.

Setelah memastikan korban meninggal, kedua pelaku kemudian meninggalkan tempat kejadian dan kembali ke rumah Teten.

Mereka lalu membersihkan senjata yang digunakan untuk membunuh Alek dan menyimpannya di rumah Teten.

AKP Ari menjelaskannya, motif pelaku Teten dalam melakukan pembunuhan terhadap korban lantaran menaruh dendam sejak tahun 2023.

Dendam karena Penyebab Mereka Dihakimi Massa

Dendam masa lalu menjadi penyebab kematian Alex (73) seorang lansia di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Ia ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi kepala hancur dan usus terurai saat tengah beristirahat di rumahnya di Kampung Ngamplang, Desa Ngamplang, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, Minggu (5/5/2024) dini hari.

Kasat Reskrim Polres Garut AKP Ari Rinaldo mengatakan, peristiwa tragis itu dipicu oleh dendam pelaku terhadap korban lantaran setahun silam, korban disebut pernah menganiaya saudara kembar pelaku.

"Motifnya adalah dendam terhadap korban, si pelaku ini adalah adik, bahwa kakaknya pelaku ini pernah dianiaya oleh korban, Itu tahun 2023 kejadiannya," ujarnya saat ekspose kasus tersebut di Mapolres Garut, Kamis (9/4/2024).

Ia menuturkan, dendam tersebut sengaja dipendam oleh pelaku berbulan-bulan dengan tujuan agar dilupakan oleh keluarga korban.

Setelah cukup lama memendam dendam itu, pelaku kemudian melancarkan aksinya dengan mengajak seorang temannya.

"Mereka berangkat ke rumah korban dini hari pukul 01.30," ungkapnya.

Dari hasil penelusuran kasus di Kabupaten Garut oleh Tribunjabar.id, pertikaian pelaku dan korban serta anak korban sempat terjadi delapan bulan yang lalu di Paser Ceplak.

Tepatnya pada Selasa tanggal 12 September 2023 pukul 19.00 di Kawasan Pasar Kuliner Ceplak, Kecamatan Garut Kota.

Saat itu Teten bersama saudara kembarnya dan satu orang temannya sempat bertikai dengan anak korban hingga mereka bertiga akhirnya diamuk massa.

Pelaku saat itu diamuk massa lantaran membuat onar di kawasan Ceplak.

Kasus tersebut diketahui berujung damai di Polsek Garut Kota. Meski telah berdamai ternyata pelaku Teten tetap menaruh dendam terhadap korban hingga akhirnya terjadilah peristiwa pembunuhan tragis itu.

AKP Ari mengatakan, dari pengakuan pelaku, korban pernah melakukan penganiayaan terhadap kakak pelaku pada tahun 2023.

"Karena itu adiknya (Teten) merasa dendam namun dipupuk hingga satu tahun lamanya sampai kejadian lah aksi tersebut," ungkapnya.

Peristiwa September 2023

Ada-ada saja ulah tiga preman di Garut, mereka hampir kehilangan nyawa akibat diamuk massa setelah membuat onar di Pasar Kuliner Ceplak, Garut Kota.

Kejadian itu bermula saat tiga orang pemuda yang bernama Tantan, Febri dan Teten melakukan pengancaman terhadap salah satu pedagang siomay di Pasar Ceplak, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (12/9/2023) malam pukul 19.00 WIB.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, Tantan saat itu memaksa pedagang untuk memberinya tiga porsi siomay sembari memamerkan bahwa dirinya kebal terhadap sayatan golok.

Aksi ketiganya semakin meresahkan dengan mengacungkan golok sehingga menarik perhatian warga di lokasi kejadian.

Tidak berapa lama, warga akhirnya bisa melumpuhkan Tantan dan Febri hingga keduanya tersungkur di trotoar jalan, sedangkan Teten saat itu berhasil melarikan diri dari amuk massa.

Kapolsek Garut Kota, AKP Tito Bintoro mengatakan, aksi Tantan dalam menyayatkan golok ke tubuhnya sendiri memicu amuk massa lantaran warga merasa terancam.

"Ia menyayatkan golok ke tubuhnya sendiri agar terlihat serius untuk menantang orang lain," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Tribunjabar.id, Rabu (13/9/2023).

Aksi amukan warga tersebut akhirnya bisa dihentikan setelah anggota kepolisian mendatangi lokasi.

Tantan dan Febri mengalami luka cukup serius hingga harus dirawat di RSUD Dr Slamet Garut, sedangkan Teten hanya mengalami luka ringan.

"Untuk TE hanya mendapat luka ringan, saat ini masih dilakukan pemeriksaan di Mapolsek Garut Kota," ucapnya.

AKP Tito menjelaskan, pihaknya saat ini tengah berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Garut untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.

Ia menuturkan, pemilik kios siomay tersebut diketahui sebelumnya pernah membuat laporan ke polisi dengan terlapor Tantan, Febri, dan Teten.

"Untuk barang bukti, kami amankan berupa satu unit sepeda motor dan satu bilah senjata tajam jenis golok," tandas AKP Tito.(*)

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

#TribunBreakingNews

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved