Waspada Pertamax Palsu Menjelang Musim Mudik, Modus Campur Pertalite dengan Pewarna

Mereka beraksi di empat stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Jakarta, Tangerang, dan Depok.

(SHUTTERSTOCK/BAGUS UPC)
Ilustrasi BBM, BBM Pertamina, SPBU Pertamina. 

TRIBUNJABAR.ID - Menjelang mudik Lebaran, tersangka pembuat BBM palsu ditangkap polisi.

Para pelaku tega memalsukan bahan bakar minyak untuk mendapatkan keuntungan.

Mereka beraksi di empat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Jakarta, Tangerang, dan Depok.

Hal tersebut diungkap Dittipidter Bareskrim Polri Brigje Nununy Syaifudin.

Baca juga: Daftar Harga BBM Pertamina Hari Ini 29 Maret 2024 di SPBU Se-Indonesia, Termasuk Pertalite dan Solar

Polisi mengamankan lima tersangka dari empat SPBU. Semuanya menggunakan modus yang hampir sama.

“Modus operandi para pelaku ini hampir sama, yaitu mencampurkan bahan berupa minyak subsidi Pertalite, kemudian diberi pewarna hijau dengan yang mirip dengan Pertamax,” ungkapnya dalam konferensi pers, Kamis (28/3/2024).

Kasubdit III Dittipidter Bareskrim Polri Kombes Pol Feby DP Hutagalung menyebut jika modus mencampur Pertalite dengan zat pewarna cukup mudah.

Tak dibutuhkan banyak pewarna untuk membuat Pertalite berubah menjadi Pertamax palsu.

"Kurang lebih komposisinya per 1.000 liter itu 1 sendok pewarna," jelas Feby.

Usai mencampurkan Pertalite dengan pewarna, para tersangka kemudian menjualnya dengan harga Pertamax.

Untuk informasi, harga per liter Pertalite saat ini adalah Rp10.000, sedangkan harga Pertamax adalah Rp 12.950.

Artinya, para tersangka bisa mendapatkan keuntungan kotor sebesar Rp 2.950 per liter.

Polisi telah menyita 29.046 liter Pertamax palsu di empat tangki pendam SPBU tersebut, dengan rincian SPBU Karang Tengah: 9.004 liter, SPBU Pinang: 3.700 liter, SPBU Kebon Jeruk: 6.814 liter dan SPBU Cimanggis: 9.528 liter.

Polisi juga mengamankan empat sampel BBM jenis Pertalite yang sudah dicampur zat pewarna agar menyerupai Pertamax dan sejumlah pewarna.

“Dokumen pemesanan dan penjualan BBM, alat komunikasi, uang hasil penjualan BBM total Rp 11.552.000,” kata Nunung.

Halaman
12
Sumber: Tribun Solo
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved