Melihat Rantai Peredaran Obat Terlarang Hayam yang Terbongkar Polisi di Sumedang
Sejauh ini, yang bisa dikorek polisi dari keterangan pelaku adalah obat-obatan dipesan melalui pesan WhatsApp, kemudian barang dikirimkan ke Sumedang.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Hermawan Aksan
Laporan Kontributor TribunJabar.id, Kiki Andriana
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Berawal dari kasus penganiayaan yang menyebabkan korbannya, seorang mahasiswa asal Kecamatan Cimalaka, terluka berat hingga koma, Kepolisian Resor Sumedang membongkar transaksi obat-obatan terlarang.
Kepolisian Resor Sumedang meringkus tiga orang penganiaya sekaligus bandar dan pengedar obat-obatan terlarang.
Mereka adalah Arizal Zakaria alias Ijal Hayam (35), warga Dusun Cilengkrang RT 01/17, Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara; Muhamad Angruzaldi (26), warga Lingkungan Ragadiem, Kota Kulon, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupatn Sumedang; dan RN alias Jeprut (21), warga Jalan Palasari, Gg. PLN, Sumedang Selatan.
Hayam adalah bos dari para pengedar obat-obatan terlarang.
Polisi bahkan menyita 1 juta butir pil obat terlarang, dua pucuk senjata api, da tiga pucuk air softgun itu saat menggeledah kediamannya.
Saat ini, polisi tengah melakukan penyidikan terkait suplai obat-obatan itu.
Namun, para pelaku yang disidik belum terbuka sepenuhnya kepada polisi.
"Yang bersangkutan belum terbuka," kata Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Sumedang, AKP Roni, kepada TribunJabar.id, Jumat (29/3/2024).
Namun, sedikit terbuka bagaimana obat-obatan yang jutaan butir dan diedarkan di Sumedang itu didapatkan pelaku.
Roni menjelaskan, obat-obatan terlarang itu dipasok dari luar Kabupaten Sumedang.
"Namun masih daerah Jawa Barat," katanya.
Sejauh ini, yang bisa dikorek polisi dari keterangan pelaku adalah obat-obatan dipesan melalui pesan WhatsApp, kemudian barang dikirimkan ke Sumedang.
"Ya, benar via jasa ekspedisi," katanya.
Terkait nilai transaksi, polisi mengaku belum sampai pada keterangan tersebut, termasuk nilai dari obat-obatan yang disita. (*)
| Hati-hati Lur! Ada Perbaikan Retakan 80 Meter di Tol Cisumdawu, Bakal Contra Flow Selama 4 Bulan |
|
|---|
| Ruas Tol Cisumdawu KM 207 Sumedang Alami Retakan, Diduga akibat Curah Hujan Tinggi |
|
|---|
| Puskesmas Jatinunggal Diduga Tak Pinjamkan Ambulans ke Korban Laka, Kadinkes Sumedang Minta Maaf |
|
|---|
| Diiringi Suara Selawat, Petugas Gabungan Sisir Kamar Warga Binaan Lapas Sumedang |
|
|---|
| Polres Pangandaran Buru Pria yang Mengaku Polisi, Aiptu Yusdiana: Masyarakat Jangan Mudah Percaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Ijal-Hayam-kanan-saat-memberikan-hadiah-ulang-tahun-mobil-Fortuner-kepada-ibunya.jpg)