Waspada Kasus DBD di Pangandaran, Meningkat dari Tahun Lalu, Masyarakat Diminta Peduli Lingkungan

Awal tahun 2024 kasus DBD di Pangandaran cukup banyak, dibandingkan pada tahun 2023 yang totalnya mencapai 249.

Penulis: Padna | Editor: Seli Andina Miranti
ISTIMEWA
ilustrasi nyamuk gigit 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Pangandaran membuat imbauan agar warga waspada penyakit demam berdarah dengue (DBD).

imbauan tersebut disampaikan kepada Puskesmas di Kabupaten Pangandaran agar melakukan upaya pencegahan terhadap DBD.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Pangandaran dr Rina menyebut, dari laporan yang masuk ke Dinkes di bulan februari tahun 2024 ini sudah ada puluhan kasus DBD.

"Berdasarkan hasil monev kita ke PKM (Puskesmas) dan RSUD, sudah ada 44 kasus," ujar Rina kepada wartawan melalui WhatsApp tidak lama ini.

Meskipun demikian, dari total 44 kasus DBD di Kabupaten Pangandaran tidak ditemukan ada penderita yang sampai mengalami kematian.

Awal tahun 2024 kasus DBD di Pangandaran cukup banyak, dibandingkan pada tahun 2023 yang totalnya mencapai 249.

Baca juga: Januari-Februari 2024 Sebanyak 463 Warga Purwakarta Terjangkit DBD, 5 Tercatat Meninggal Dunia

"Jumlah kasus DBD 2023, itu sebanyak 249 dan 1 orang meninggal dunia. Kalau tahun 2024 sekarang, Januari 23 kasus, Februari 44 kasus," katanya.

Sementara untuk bulan Maret 2024 ini nanti laporannya dipertengahan bulan karena menunggu sampai akhir bulan.

Meski kasus di bulan Januari Februari 2024 lalu tidak ada yang meninggal dunia, Ia harap masyarakat peduli dengan lingkungan.

"Mudah mudahan mah, tidak ada yang meninggal. Ya, diharapkan masyarakat sudah mengikuti anjuran dan lebih perduli dengan kebersihan lingkungan," ucap Rina. *

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved