Kultum Ramadhan

Enam Cara Beriman terhadap Al-Quran

Seperti apa wujud nyata dari beriman terhadap Al-Qur'an itu dan bagaimana cara memuliakan serta menghormatinya?

Editor: Hermawan Aksan
Istimewa
Rahmat Alamsyah, M.Ag. (Dosen KPI Universitas Muhammadiyah Bandung) 

Oleh Rahmat Alamsyah, M.Ag. (Dosen KPI Universitas Muhammadiyah Bandung)

SEBAGAI seorang muslim tentu kita wajib beriman terhadap Al-Qur'an.

Seperti apa wujud nyata dari beriman terhadap Al-Qur'an itu dan bagaimana cara memuliakan serta menghormatinya?

Ada enam cara bagaimana membuktikan bahwa kita beriman dan memuliakan Al-Qur'an. 

Pertama adalah tilaawah, artinya membaca. Kedua, tafhim, artinya memahami. Ketiga, tanfidz, artinya melaksanakan. Keempat, tahfidz, artinya menghafal. Kelima ta’lim, yaitu mengajarkan, dan yang keenam, tahkim, yakni berpedoman pada Al-Qur'an. 

Membaca adalah interaksi yang pertama kita dengan Al-Qur'an karena bagaimana kita dapat memahami, menghafal, dan mengajarkannya kalau belum bisa membacanya.

Membaca Al-Qur'an merupakan perintah dalam ajaran Islam.

Oleh karenanya menjadi ibadah dan akan mendapat pahala kebaikan dari Allah SWT.

Setiap ayat yang dibaca akan dilipatgandakan pahalanya.

Dari Ibnu Mas’ud r.a. bahwa Nabi bersabda, yang artinya, “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah, baginya satu kebaikan. Satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh. Aku tidak menyebutkan bahwa Alif Lam Mim adalah satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf”.  (H.R. Tirmidzi). 

Agar membaca Al-Qur'an ini diterima sebagai ibadah dan memberi manfaat kepada diri kita, tentu bacaannya harus benar sesuai dengan makharijul huruf dan kaidah ilmu tajwid seta tartil.

Setelah bisa membaca Al-Qur'an jangan puas terlebih dahulu, tetapi naikkan ke level berikutnya, yaitu tafhim

Mengapa harus memahami atau mengerti ayat yang kita baca? Ya, karena bagaimana ia akan menjadi petunjuk hidup kalau kita tidak tahu isi bacaan tersebut?

Bagaimana kalau tidak mengerti bahasa Arab? Tidak perlu khawatir karena kita masih dapat memahaminya melalui tafsir atau terjemahannya.

Para ulama menganjurkan agar setiap muslim melakukan tadabbur Al-Qur'an, paling tidak mengetahui maksud dan tujuannya secara umum.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved