Jumat, 17 April 2026

Federasi Serikat Guru Tolak Program Makan Siang Gratis Pakai Dana BOS, Hanya untuk Operasional

Retno juga menilai program makan siang gratis berpotensi mubazir karena tidak semua anak suka dengan menu yang disediakan.

Penulis: Deanza Falevi | Editor: Ravianto
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menolak bila dana program makan siang gratis diambil dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Ketua Dewan Pakar FSGI, Retno Listyarti mengatakan, salah satu dasar penolakan itu, yakni karena dana BOS biasanya digunakan untuk membiayai keperluan sekolah. 

TRIBUNJABAR.ID, PURWAKARTA - Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menolak bila dana program makan siang gratis diambil dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Ketua Dewan Pakar FSGI, Retno Listyarti mengatakan, salah satu dasar penolakan itu, yakni karena dana BOS biasanya digunakan untuk membiayai keperluan sekolah.

"Dana BOS adalah program pemerintah Indonesia yang memberikan bantuan keuangan kepada sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, baik negeri maupun swasta," kata Retno saat dikonfirmasi Tribunjabar.id, Selasa (5/3/2024).

Retno menyebutkan, dana BOS selama bertahun-tahun digunakan hanya untuk biaya operasional seperti gaji guru dan karyawan, kebutuhan belajar mengajar seperti buku, kertas, alat tulis kantor, dan keperluan lain seperti biaya listrik, air dan perawatan gedung sekolah.

Sementara dana BOS Afirmasi adalah program pemerintah pusat yang dialokasikan bagi satuan pendidikan dasar dan menengah yang berada di daerah tertinggal.

Ia mengatakan, dana ini ditujukan untuk membantu peningkatan mutu pembelajaran pada sekolah dasar dan menengah yang diselenggarakan oleh pemerintah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.

Besaran jumlah dana BOS Afirmasi biasanya hanya mencapai puluhan juta dan jarang yang mencapai ratusan juta dengan kisaran umum kurang lebih Rp 100 juta per tahun.

Demikian juga dengan dana BOS reguler yang masih minim karena pemberiannya dihitung berdasarkan jumlah siswa yang ada.

"Jika dana BOS yang diterima besar, maka layanan Pendidikan dapat berjalan baik, namun jika Dana BOS digunakan untuk makan siang gratis maka dapat dipastikan jumlah yang diterima sekolah saat ini pastilah tidak cukup," ujarnya.

Retno juga menilai program makan siang gratis berpotensi mubazir karena tidak semua anak suka dengan menu yang disediakan.

Jika anggaran makanan gratis dibebankan pada dana BOS, menurut Retno, akan terjadinya pendidikan berkualitas yang tidak akan tercapai.

"Selain itu, orangtua yang lebih paham makanan kesukaan anaknya dan dapat memasak sendiri sehingga lebih bersih, bergizi dan sehat," kata Retno.(*)

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved