Senin, 18 Mei 2026

Obat Anti Radang Sendi dari Bahan Alami, Dari Akar Kuning Hingga Bawang Dayak

Prof Retno menyampaikan bahwa berdasarkan studi yang ia lakukan, masyarakat Indonesia banyak menggunakan ramuan tradisional

Tayang:
Editor: Siti Fatimah
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi radang sendi 

Tanaman ini memiliki beberapa kandungan metabolit sekunder seperti berberin, talifendin, jatrorrhizine, palmatin, columbamine, dihydro berberin, limasin, dan fibraurin. Kandungan ini berpotensi sebagai anti peradangan.

Meski demikian, uji toksisitas dan uji klinis perlu terlaksana dalam pengembangan akar kuning sebagai obat anti radang sendi.

“Uji toksisitas dan uji klinik untuk keberlanjutan akar kuning sebagai obat anti radang sendi perlu dilakukan,” tutur Guru Besar Fakultas Farmasi tersebut.

Tanduk Rusa

Tanduk rusa sambar memiliki kandungan kalsium sebesar 73 persen hidroksiapatit dan mineral.

Masyarakat Kalimantan Timur mengkonsumsi tanduk rusa sebagai obat mengurangi

nyeri dan peradangan sendi. Lebih lanjut, ekstrak etanol 70 persen dari tanduk rusa ternyata berpotensi sebagai obat anti radang sendi.

Kendati demikian serangkaian standarisasi perlu terlaksana untuk menjamin keamanannya.

“Serangkaian standarisasi perlu terlaksana sehingga tanduk rusa dapat memenuhi standar sebagai bahan obat baru. Tak kalah penting juga, tanduk rusa harus melewati uji keamanan,” katanya.

Baca juga: Menderita Radang Sendi? Makanan yang Nikmat Saat Buka Puasa Ini Bisa Jadi Obat Alami

Bahan Lain

Bahan lain seperti bawang dayak mengandung senyawa yang dapat mengurangi pembengkakan lutut.

Sementara jotang memiliki kandungan utama yang bermanfaat untuk mengurangi nyeri.

Selain itu, jotang juga berpotensi sebagai obat anti osteoporosis.

Prof Retno mengungkapkan bahwa dengan memanfaatkan bahan alam sebagai obat anti radang nyeri dapat mendorong kemandirian industri farmasi Indonesia.

Oleh karena itu, penelitian dan pengembangan lebih lanjut seyogianya terus berlangsung.

“90 persen obat dan bahan baku obat mengandalkan impor, hal ini merugikan perekonomian dan industri farmasi. Oleh karena itu peluang bahan alami dalam pengembangan obat sangat terbuka untuk menjadikan Indonesia lebih mandiri,” katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved