Gempa di Sumedang
"Allahu Akbar!" Susi Panik Ketika Gempa Kembali Mengguncang Sumedang Tadi Malam
Keluarga pasien rawat inap RSUD Sumedang, Susi, hanya bisa pasrah dan berkata Allahu Akbar, Allahu Akbar, saat terjadi gempa yang mengguncang Sumedang
Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Januar Pribadi Hamel
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Keluarga pasien rawat inap RSUD Sumedang, Susi, hanya bisa pasrah dan berkata Allahu Akbar, Allahu Akbar, saat terjadi gempa yang mengguncang Sumedang, Senin (1/1/2023) sekitar pukul 20.46 WIB.
Gempa tersebut merupakan gempa keenam kalinya yang terjadi di Sumedang, kekuatannya magnitudo 4,5. Setelah terjadi gempa tersebut pasien RSUD kembali dievakuasi ke tenda darurat.
Kepanikan pasien dan keluarga pasien di RSUD kembali terjadi, sebab gempa sangat terasa begitu bergetar. Mereka berangsur keluar dari gedung RSUD menuju tenda darurat.
Baca juga: Gempa Sumedang yang Baru Saja Terjadi Lagi Getarannya Terasa 5 Detik, Warga Kembali Berhamburan
Namun berbeda halnya dengan Susi Susilawati (45), mengaku, saat kejadian gempa ia sedang menunggu mertuanya, Cece Tarmana (71) yang terbaring sakit, ia hanya bisa pasrah.
"Saya lagi berdiri sangat terasa banget, di lantai dua mah. Saya gak bisa apa-apa, hanya bisa pasrah, sambil mengucap Allahu Akbar, Allahu Akbar, " kata Susi, saat menunggu pasien di tenda darurat.
Susi mengatakan, saat gempa merasa kebingungan kalau dirinya ke luar ruangan untuk menyelamatkan diri, sebab mekihat mertuanya yang terbaring.
"Saya bingung, jadi pasrah aja, soalnya bingung karena bapak gak bisa berjalan, " kata Susi.
Baca juga: Apa Penyebab Gempa Sumedang? Belum Terlihat Retakan di Permukaan, Badan Geologi Masih Olah Data
Menurut Susi, mertuanya tersebut mengalami sakit stroke hingga sulit untuk berjalan.
"Pas kejadian ya panik, takut juga, " kata warga Dusun Sudapatih, Desa Pajagan, Kecamatan Cisitu, Kabupaten Sumedang.
Susi baru keluar ruangan dan gedung RSUD menuju tenda darurat, setelah ada petugas yang mengevakuasinya.
Susi mengaku, tak masalah walau kini mertuanya dirawat di tenda darurat.
"Sebab kondisinya seperti ini, di sini lebih aman, dan lebih tenang (khawatir gempa kembali terjadi)," ucapnya.

Sebelumnya kata Susi, saat terjadi gempa ketiga kalinya, malam kemarin, mertuanya dievakuasi ke tenda darurat dan tadi sore kembali masuk ruangan di Gedung RSUD.
"Sekarang, kembali lagi ke sini (tenda darurat)," ucapnya. (*)
Artikel Gempa Sumedang lainnya bisa disimak di GoogleNews.
Keraton Sumedang Larang Bicara Gempa dan Sesar Sumedang: Waspada Tanda Alam! |
![]() |
---|
Gempa Kembali Guncang Sumedang, Tadi Malam, Diduga Dipicu Sesar Aktif yang Melintasi Kota |
![]() |
---|
BREAKING NEWS Malam Ini Gempa Kembali Guncang Sumedang, Episentrumnya 20 KM dari Jatinangor |
![]() |
---|
Gempa di Sumedang Berasal dari Sesar Sumedang, Dosen Teknik Geologi Unpad Sebut Soal Definisi Ini |
![]() |
---|
Warga yang Rumahnya Rusak Berat Akibat Gempa Sumedang Diusulkan Dapat Bantuan Rp500 Ribu/Bulan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.