Tempat Kuliner di Indramayu

Lezatnya Mi Kemi Ala Bang Ari di Lampu Merah Waiki Indramayu, Kuliner Legendaris yang Nyaris Punah

Ari setia berjualan mi kemi, selain karena meneruskan usaha keluarga, juga tak ingin jika makanan jadul satu ini sampai punah.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar/Handika Rahman
Seorang pelanggan menikmati mi kemi ala Bang Ari di Jalan Ahmad Yani, Indramayu, dekat lampu merah Waiki, Minggu (17/12/2023). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Di Jalan Ahmad Yani, Indramayu, dekat lampu merah Waiki, ada penjual mi kemi.

Mi legendaris asal Indramayu ini memang nyaris punah.

Penjualnya pun hanya tersisa beberapa pedagang yang masih bertahan.

Salah satunya adalah Bang Ari (43), warga Kelurahan Karanganyar, Indramayu.

Ari setia berjualan mi kemi, selain karena meneruskan usaha keluarga, juga tak ingin jika makanan jadul satu ini sampai punah.

"Kalau jualan sih sudah dari tahun 80-an, usaha dari orang tua," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Minggu (17/12/2023).

Ari menceritakan, mi kemi adalah makanan yang cukup legendaris.

Walau tidak mengetahui secara pasti sejarah mi tersebut, Ari mengatakan, makanan ini adalah khas Indramayu dan hanya ada di Indramayu.

Dalam penyajiannya, mi kemi ditemani dengan taoge dan daun bawang.

Lalu disiram dengan kuah kental yang disebut kuah loh.

Kuah ini terbuat dari tepung aci atau tepung tapioka.

Sebagai pelengkap, mi kemi yang siap disantap lalu diberi taburan ebi agar lebih nikmat.

Rasa dari mi kemi ini juga cukup unik dan dijamin bikin lidah bergoyang.

Ari mengatakan, untuk satu porsi mi kemi, pelanggan cukup mengeluarkan kocek Rp 15 ribu.

"Buka setiap hari mulai jam 3 sore sampai 9 malam," ujar dia. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved