Tingkatkan Kompetensi Perawat Dialisis, PP IPDI Gelar Pertemuan Ilmiah Tahunan Nasional di Bandung

PP IPDI Gelar Pertemuan Ilmiah Tahunan Nasional di Bandung untuk meningkatkan kompetensi perawat dialisis

Editor: Siti Fatimah
istimewa
Pengurus Pusat Ikatan Perawat Dialisis Indonesia (PP IPDI) mengadakan Pertemuan Ilmiah Tahunan Nasional (PITNAS) Ke-31 di Harris Hotel & Convention Festival Citylink Bandung pada 5-7 Oktober 2023. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kasus gagal ginjal terus mengalami peningkatan. Banyak hal yang memicu seseorang terkena penyakit ini. Mereka yang sudah menderita gagal ginjal akut akan menjalani cuci darah atau hemodialisis.

Untuk membantu penanganan cuci darah ini, dibutuhkan perawat yang kompeten dan profesional dalam alur cuci darah.

Alur cuci darah untuk gagal ginjal dilakukan saat ginjal tidak lagi berfungsi dengan baik untuk menyaring racun yang ada dan zat sisa metabolisme dari dalam tubuh manusia.

Alur ini dikenal juga dengan sebutan dialisis dan dilakukan dengan bantuan mesin khusus.

Baca juga: Mengenal Dialisis Ginjal, Terapi Pengganti untuk Penderita Gagal Ginjal Akut

Seiring dengan meningkatkan kasus gagal ginjal, terlebih saat ini BPJS Kesehatan juga memfasilitasi penanganan cuci darah, maka kebutuhan akan perawat dialisis juga meningkat.

Agar penanganan tepat,pPara perawat dialisis itu harus terus meningkatkan kualitas, kompetensi dan keterampilan untuk mengejar perkembangan dan inovasi.

Untuk itulah, Pengurus Pusat Ikatan Perawat Dialisis Indonesia (PP IPDI) mengadakan Pertemuan Ilmiah Tahunan Nasional (PITNAS) Ke-31 di Harris Hotel & Convention Festival Citylink Bandung pada 5-7 Oktober 2023.

PITNAS ke-31 tahun 2023 yangi mengusung tema "Improving The Quality and Access of Dialysis Services" ini diisi dengan kegiatan simposium, workshop, lomba karya tulis ilmiah, malam keakraban, serta rakernas IPDI dan TOT terintegrasi.

Ketua PP IPDI, M Syamsul Bakhri mengatakan tema ini diangkat dalam upaya peningkatan kualitas dan kompetensi perawat dialisis serta aksesibilitas pelayanan dialisis.

Tujuan akhir dari kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas hidup pasien yang menjalani dialisis.

Kegiatan ini juga dilakukan untuk mendukung berbagai peraturan pemerintah terbaru dan standar akreditasi RS terkait dialisis seperti cuci darah atau hemodialisis (HD) dan cuci darah perut atau Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD).

Berbagai regulasi tersebut menjadi tantangan semua perawat dialisis untuk menerapkan berbagai standar dan berinovasi untuk pelayanan yang bermutu dan selalu mengedepankan keamanan dan keselamatan pasien.

Ketua PW IPDI Jawa Barat, Toni Rahmat mengatakan tuntutan pengembangan layanan dialisis seiring dengan jumlah pasien yang meningkatkan menjadi tantangan yang harus dijawab semua staf di unit analisis dengan kualitas layanan yang tetap terjaga dan berkesinambungan.

Baca juga: Jangan Sampai Cuci Darah, Yuk Kenali 10 Gejala Penyakit Ginjal Berikut Ini

Sumber daya perawat harus disiapkan secara merata bukan hanya secara jumlah tapi juga kompetensinya (pengetahuan, keterampilan, dan sikap) dalam menjalankan pelayanan dialisis.

Menurutnya, kegiatan tahunan ini selain sebagai ajang silaturahmi para perawat dengan praktisi dialisis se-Indonesia tapi juga sebagai salah satu upaya organisasi menjaga dan meningkatkan profesionalismenya.

"Tiga domain penting kompetensi yakni pengetahuan, keterampilan, dan perilaku profesional harus tetap terjaga dan dikembangkan melalui berbagai inovasi melalui bukti-bukti ilmiah," kata Toni yang juga Ketua Pelaksana PITNAS IPDI 2023.

Pada PITNAS IPDI ke-31 2023 di Bndung ini diikuti sebanyak 1500 peserta yang merupakan perawat dialisis dari 38 provinsi di Indonesia.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved