Mengenal Dialisis Ginjal, Terapi Pengganti untuk Penderita Gagal Ginjal Akut
Dialisis ginjal merupakan terapi pengganti ginjal yang bertujuan untuk membuang hasil metabolik atau kelebihan cairan tubuh dan memperbaiki asam basa
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dialisis ginjal merupakan terapi pengganti ginjal yang bertujuan untuk membuang hasil metabolik atau kelebihan cairan tubuh dan memperbaiki asam basa tubuh.
Dokter Spesialis Bedah dr Romzi Karim, Sp.B.Sub.Sp.BVE(K) di Santosa Hospital Bandung Central mengatakan dialisis ginjal dapat dilakukan pada penderita gagal ginjal akut maupun gagal ginjal kronis.
"Akses cuci darah untu dialisis perlu, agar tenaga medis mudah melakukan proses hemodialisis," ujarnya, saat dihubungi melalui WhatsApp, Jumat (6/10).
Akses cuci darah ialah akses vaskular/ pembuluh darah yang diperlukan untuk cuci darah.
dr Romzi mengatakan, akses cuci darah ada yang sementara dan permanen.
"Akses hemodialisis sementara berupa tindakan pemasangan alat/ catheter double lumen (CDL) baik CDL temporer atau semi permanen," imbuhnya.
Akses hemodialis permanen dilakukan dengan cara penyambungan pembuluh darah vena ke arteri di atas pergelangan tangan atau siku.
"Akses CDL bisa langsung dapat digunakan, sedangkan akses AV Shunt dapat digunakan 4-6 minggu setelah kondisi mature. Kondisi AV Shunt mature bila memenuhi rule of 6, yaitu diameter 6mm, kedalaman kurang dari 6mm, dan 6 minggu pasca pembuatan AV Shunt," jelas dr Romzi.
Sebelum dilakukan cuci darah untuk dialisis, pasien akan dilakukan pemeriksaan.
Diantaranya, menilai keadan umum pasien, berat badan , laboratorium darah rutin, natrium, kalium, ureum, kreatinin, screening hepatitis dan hiv.
"Jenis dialisis pun ada dua macam, yakni Hemodialisis dan Peritoneal Dialisis. Hemodialisis ialah ginjal buatan atau dialyzer dengan filter khusus membersihkan darah," katanya.
Darah pasien mengalir dari titik akses dialisis (biasanya di lengan) ke dalam dialyzer.
Perbedaannya dengan Peritoneal Dialisis, menggunakan lapisan di bagian dalam perut sebagai penyaring darah alami.
dr Romzi menuturkan, cara akses cuci darah untuk dialisis darah di dalam tubuh akan dialirkan ke mesin hemodialisis kemudian setelah darah sudah bersih akan dimasukkan kembali ke dalam tubuh.
Setelah dilakukan dialisis, Perawatan dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan CDL di dalam tubuh dan menjaga CDL tidak terkontaminasi.
Santosa Hospital Bandung Central
dokter spesialis bedah
cuci darah
dialisis
Tribunjabar.id
gagal ginjal
Perkuat Pendidikan Karakter, Disdik Jabar Teken MoU dengan Self Learning Institute |
![]() |
---|
Dukung MBG, Pemkot Bandung Buka Peluang Pemanfaatan Lahan Pemerintah untuk SPPG |
![]() |
---|
Ombudsman: Kebijakan Perberasan Nasional Belum Stabil, Harga Beras Melonjak dan Distribusi Tersendat |
![]() |
---|
Pemkab Sumedang Ajukan RAPBD Perubahan 2025, Naik Jadi Rp 3 Triliun |
![]() |
---|
Berkiprah Hampir Tiga Abad, PosIND Siap Menjadi Logistic Company Modern Berdaya Saing Global |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.