Fakta-fakta Terbaru Kebakaran Gunung Gede Pangrango, Diduga Ulah Manusia, Lahan Edelweiss Terbakar

Kebakaran tersebut terjadi di area Alun-alun Suryakencana. Diduga, kebakaran tersebut merupakan ulah manusia.

istimewa / dokumentasi Revolusi mental Caption
Ratusan relawan saat melakukan aksi bersih gunung di Alun-alun Suryakencana Gunung Gede Pangrango, Rabu (20/9/2023) 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Kebakaran yang sempat terjadi di Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) menjadi perhatian.

Kebakaran tersebut terjadi di area Alun-alun Suryakencana.

Jalur pendakian yang sebelumnya ditutup pun kini sudah dibuka kembali.

Fakta-fakta terbaru mengenai peristiwa kebakaran tersebut pun berhasil dikumpulkan TribunJabar.id.

Diduga, kebakaran tersebut merupakan ulah manusia.

Berikut fakta-faktanya:

Kebakaran di Alun-alun Suryakencana Gunung Gede Pangrango Diduga Akibat Ulah Manusia

Savana Alun-alun Suryakencana Gunung Gede-Pangrango, Cianjur, terbakar, Senin (18/9/2023).
Savana Alun-alun Suryakencana Gunung Gede-Pangrango, Cianjur, terbakar, Senin (18/9/2023).(istimewa TNGGP)

Laporan Kontributor Tribunjabar Kabupaten Cianjur, Fauzi Noviandi

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) menyebutkan kebakaran savana di Alun-alun Suryakencana diduga akibat ulah manusia.

Kepala Balai Besar TNGGP Sapto Aji Prabowo mengatakan, saat ini proses penyelidikan dan pemeriksaan terkait kebakaran lahan diarea Alun-alun Suryakencana masih dilakukan.

"Kami masih melalukan penyelidikan dibantu petugad PPNS kita, dan akan segera berkordinasi dengan pihak Kepolisian," katanya pada wartawan, Selasa (19/9/2023).

Hingga sejauh ini lanjut dia, kemungkinan besar kebakaran lahan di Alun-alun Suryakencana diduga akibat faktor alam.


Baca Selengkapnya

Bantu Padamkan Kebakaran di Gunung Gede Pangrango, 8 Relawan Dapat Penghargaan dari Menteri

Delapan relawan saat mendapatkan penghargaan dari TNGGP yang diserahkan langsung Menko Bidang PMK, Muhajir Effendy di pintu masuk TNGGP, Cibodas, Cianjur, Selasa (19/9/2023).
Delapan relawan saat mendapatkan penghargaan dari TNGGP yang diserahkan langsung Menko Bidang PMK, Muhajir Effendy di pintu masuk TNGGP, Cibodas, Cianjur, Selasa (19/9/2023).(Tribun Jabar/Fauzi Noviandi)

Laporan Kontributor Tribunjabar Kabupaten Cianjur, Fauzi Noviandi.

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Delapan orang relawan yang berhasil memadamkan api di Alun-alun Suryakencana kawasan Taman Nasional Gunung Gede-Pangrangro (TNGGP) mendapatkan pengharagaan.

Pengharagaan tersebut langsung diserahkan Menko Bidang PMK Muhadjir Effendy di kawasan TNGGP.

Kedelapan orang relawan tersebut merupakan kelompok mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Mapala Universitas Indonesia (UI), dan komunitas trashbag.

Kelapa Balai Besar TNGGP Sapto Aji Prabowo mengatakan, kedelapan relawan tersebut merupakan personil yang pertama kali melakukan pemadaman kebakaran di Alun-alun Suryakencana.


Baca Selengkapnya

Buntut Kebakaran di Gunung Gede Pangrango, 2000 Meter Persegi Lahan Bunga Edelweiss Hangus Terbakar

Alun-alun Suryakencana Gunung Gede Pangrango saat terbakar, Rabu (20/9/2023).
Alun-alun Suryakencana Gunung Gede Pangrango saat terbakar, Rabu (20/9/2023).(istimewa/ dokumentasi TNGGP)

Laporan Kontributor Tribunjabar Kabupaten Cianjur, Fauzi Noviandi

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Seluas 2.000 meter per segi hamparan bunga edelweiss di Alun-alun Suryakencana Gunung Gede Pangrango hangus terbakar akibat kebakaran lahan.

Luas savana Alun-alun Suryakencana Gunung Gede Pangrango mencapai seluas 50 hektar, dan sekitar 35 hektar ditumbuhi bunga edelweiss yang tersebar dibeberapa titik.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Sapto Aji Prabowo mengatakan, berdasarkan hasil pendataan seluas 2,9 hektar lahan di Alun-alun Suryakencana hangus terbakar.

"Dari 2,9 hektar lahan yang terbakar itu, 2,6 hektar merupakan lahan savana, dan 0,2 hektar atau 2.000 meter per segi lahan Edelweis serta seluas 0.1 hektar Cantigi yang terbakar," katanya pada wartawan, Rabu (20/9/2023).


Baca Selengkapnya

Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Kembali Dibuka setelah Terbakarnya Alun-alun Suryakencana

Savana Alun-alun Suryakencana Gunung Gede-Pangrango, Cianjur, terbakar, Senin (18/9/2023).
Savana Alun-alun Suryakencana Gunung Gede-Pangrango, Cianjur, terbakar, Senin (18/9/2023).(istimewa TNGGP)

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Pasca kebakaran di area Alun-alun Suryakencana Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) kembali membuka jalur pendakian untuk umum. 

Kepala Balai TNGGP Sapto Aji Prabowo mengatakan, sebelumnya jalur pendakian ditutup selama tiga hari atau mulai terhitung dari Minggu (17/9/2023) hingga Selasa (19/9/2023).

"Kemarin jalur pendakian ditutup karena adanya kegiatan aksi nyata revolusi mental bersih gunung yang diadakan Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK)," katanya, Rabu (20/9/2023). 

Pasca terjadinya kebakaran lahan di Alun-alun Suryakencana lanjut dia, untuk jalur pendakian untuk umum sudah kembali dibuka.

"Jika ditutup ada beberapa pertimbangan yang harus kita pikirkan. Kerena penutupan jalur pendakian sangat berdampak terhadap perekonomian warga sekitar, sehingga jalur pendakian dibuka," katanya. 


Baca Selengkapnya

483 Kilogram Sampah Berhasil Diturunkan dari Gunung Gede Pangrango, Ada Sampah Berusia Puluhan Tahun

Ratusan relawan saat melakukan aksi bersih gunung di Alun-alun Suryakencana Gunung Gede Pangrango, Rabu (20/9/2023)
Ratusan relawan saat melakukan aksi bersih gunung di Alun-alun Suryakencana Gunung Gede Pangrango, Rabu (20/9/2023)(istimewa / dokumentasi Revolusi mental Caption)

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Sebanyak 483 kilogram sampah yang berasal dari Tanaman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGGP) berhasil diturunkan. 

Sampah sebanyak 483 kilogram sampah tersebut berhasil dikumpulkan ratusan relawan dari berbagai komunitas pecinta alam berpartisipasi dalam kegiatan Bersih Gunung TNGGP. 

Bahkan, dari ratusan sampah yang berhasil diturunkan tersebut terdapat sampah plastik berusia puluhan tahun. 

Pelaksan Kegiatan Imam Sukamto mengatakan, tim relawan menemukan sampah plastik botol air mineral berusia 31 tahun bertuliskan Visit Asean Year 1992.  

"Sampah plastik botoh air mineral tersebut diremukan di area perkemahan Kandang batu. Relawan juga menemukan sampah plastik tahun 1993 dan 1994," kata dia pada wartawan, Rabu (20/9/2023).


Baca Selengkapnya

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved