UPDATE Kasus Bayi Tertukar, RS Sentosa Bogor Siapkan Sanks untuk 5 Perawat dan Bidan yang Terlibat
Juru Bicara RS Sentosa, Gregg Djako, mengatakan pada awalnya terdapat 15 orang yang akan dikenai sanksi. Namun, jumlah itu akhirnya dikurangi.
Sebelumnya, perawat dan bidan di RS Sentosa diperiksa di Unit Reskrim Polres Bogor.
Mereka datang untuk memberi keterangan sebagai saksi yang menangani persalinan atau kelahiran bayi setahun silam.
Hasil pemeriksaan selama 10 jam, ada unsur kelalaian saat memasang gelang ke bayi alias terjadi gelang dobel atau dua gelang satu nama yang sama, yakni nama Pasien B.
"Pemeriksaan kemarin itu lebih kepada fakta peristiwa yang terjadi di hari yang diduga menjadi hari bayi tertukar itu,” ujarnya.
“Jadi memang yang diperiksa adalah perawat yang juga kami duga terlibat di dalamnya. Makanya, yang diperiksa mereka. Hasil tes DNA bayi Ibu Siti itu sudah cukup untuk dinonaktifkan si perawat ini,” katanya.
Seperti diketahui saat ini RS Sentosa Bogor sedang disorot, karena memicu kehebohan ada bayi yang tertukar.
Siti Mauliah, ibu salah satu bayi, merasa ada yang aneh dari bayinya sejak diterima olehnya setahun lalu.
Rasa curiga yang besar membuatnya melakukan tes DNA, dan hasilnya bayi yang kini dipegangnya bukan anak kandungnya.
Warga Ciseeng, Kabupaten Bogor, itu pun coba mencari keadilan.
Berkat perjuangannya, kini Polres Bogor telah menyelidiki kasus bayi tertukar ini, dan melakukan pemeriksaan terhadap para perawat dan bidan RS Sentosa Bogor. (*)
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Siti-Mauliah-ibunda-salah-seorang-bayi-yang-menuntut-keadilan-dan-minta-dites-DNA.jpg)