Imunisasi TT pada Ibu Hamil Apakah Berbahaya Buat Janin?

TRIBUNJABAR.ID, Imunisasi sangat moms perlukan untuk melindungi kesehatan moms saat masa kehamilan. Imunisasi akan diberikan dalam jangka waktu yang b

Istimewa
Imunisasi TT pada ibu hamil 

Bakteri tetanus biasanya menyerang luka kulit yang dalam, seperti pada luka tusuk, luka bakar, luka gigitan hewan, atau borok.

Moms juga sebaiknya tidak lengah karena bakteri ini juga bisa menginfeksi luka tusukan atau goresan kecil di kulit.

Bakteri yang masuk melalui luka mampu mengeluarkan racun eksotoksin yang menyebar melalui aliran darah dan kelenjar getah bening.

Lalu Eksotoksin memengaruhi sel saraf sehingga mengakibatkan kekakuan dan kejang otot.

Ini merupakan kondisi yang cukup parah karena bisa merobek otot, menyebabkan tulang retak dan tekanan berat pada tulang belakang.

Moms harus melakukan vaksin tetanus untuk mencegah tetanus ini karena infeksi tetanus bisa mempengaruhi sistem saraf dan dapat berakibat fatal bila tidak segera diberi obat saat hamil.

Vaksinasi sangat penting demi kesehatan ibu hamil dan janin. selain vaksin, hal penting yang harus moms lakukan juga yaitu menjaga daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi asupan yang bernutrisi.

Saat ini telah hadir Zaitun Moramil yang mengandung sejumlah nutrisi penting yang baik untuk ibu hamil, seperti vitamin C, Vitamin K, Vitamin E, Phenolic, dan Omega 3.

Apa perlu imunisasi TT ulang untuk ibu hamil?
Jika moms kembali hamil dalam waktu dua tahun setelah melahirkan, pemberian imunisasi atau suntik TT pada ibu hamil akan bergantung kepada riwayat vaksin.

Lalu, jika saat kehamilan sebelumnya moms sudah mendapatkan dua dosis suntik tetanus, dokter hanya perlu menyarankan suntikan penguat vaksin.

Saat jarak kehamilan pertama dengan kedua cukup jauh, dokter akan memeriksa kondisi moms terlebih dahulu guna menentukan keperluan pemberian suntik tetanus.

Kapan sebaiknya imunisasi TT pada ibu hamil dilakukan?
Biasanya dokter akan menyuntikan dosis pertama vaksin TT saat kehamilan trimester ketiga. Hal ini diperlukan agar bayi bisa memperoleh sebanyak mungkin antibodi dari ibu.

Bukan hanya itu, antibodi ini juga bisa memberikan proteksi supaya bayi tidak mengalami batuk rejan sebelum ia mendapatkan vaksinnya sendiri.

Biasanya, suntik TT saat hamil diberikan saat usia kehamilan tujuh bulan atau sekitar 27-36 minggu. Perlu diperhatikan bahwa jarak pemberian tiap suntikan adalah sekitar 4 minggu.

Tidak hanya itu saja, ada juga dokter yang memberikan imunisasi TT saat trimester pertama kehamilan, segera setelah Anda dinyatakan positif hamil.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved