Cara Agar Bayi Mau Menghisap ASI, Terbukti Efektif!
Berikut penjelasan agar bayi mau menghisap ASI agar kebutuhan bayi terhadap ASI bisa tetap terpenuhi
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Tahukah Moms bahwa setiap bayi itu berbeda-beda saat menyusu, umumnya bayi tidak mau menyusu dalam waktu 24-48 jam pertama kelahirannya.
Tetapi, di hari ke 2 dan ke 3 biasanya bayi sudah jauh lebih terjaga dan menyusu lebih sering, setidaknya 6 kali dalam 24 jam.
Saat bayi tidak mau menyusu, Moms mungkin merasa bingung dan tidak tahu harus berbuat apa. Padahal ASI merupakan sumber nutrisi utama untuk bayi yang sangat penting bagi perkembangannya.
Jika bayi tidak mau menyusu dalam waktu yang lama, hal tersebut dapat menyebabkan si Kecil berpotensi mengalami kekurangan nutrisi.
Kondisi ini bisa disebabkan oleh hal-hal yang mungkin belum kita ketahui. Lantas, apa saja penyebab bayi tidak mau menyusu? Simak penjelasan berikut ini yuk, Moms.
Takaran Normal Bayi Menyusui
Butuh beberapa waktu dan berkali-kali menyusu sampai bayi memiliki takaran menyusui sendiri secara teratur di setiap harinya.
Sebagai gambaran, berikut merupakan rata-rata jumlah ASI yang kerap dibutuhkan bayi setiap kali menyusu selama satu minggu pertama:
* Hari pertama, sebanyak 7 ml atau >1 sendok teh
* Hari kedua, sebanyak 14 ml atau <3>
*Hari ketiga, sebanyak 38 ml atau >2 sendok teh
* Hari keempat, sebanyak 58 ml atau >3 sendok teh
* Hari ketujuh, sebanyak 65 ml atau >3,5 sendok teh
Alasan Bayi Tidak Mau Menghisap ASI
Terdapat beberapa hal yang dapat menjadi penyebab bayi tidak mau menyusu. Beberapa hal tersebut seperti berikut ini:
1. Rasa ASI berubah
Bukan hanya makanan saja, ternyata rasa ASI pun dapat berubah lho Moms.
Berubahnya rasa ASI ini dapat disebabkan karena asupan makanan dan minuman harian yang kurang terjaga.
Selain itu, jika Moms seorang perokok, bisa menjadi faktor penyebabnya. Ini dapat menjadi alasan lain bayi tidak mau menyusu.
Selain itu, perubahan hormonal juga ternyata dapat mempengaruhi rasa ASI. Perubahan hormonal tersebut meliputi kembalinya menstruasi setelah melahirkan, hamil kembali, atau rutin minum pil KB.
Saat bayi sudah tidak terlalu menyukai rasa ASI, terdapat kemungkinan ia tidak akan mau menyusu.
2. Bayi Kesulitan untuk mengisap puting
Hal wajar jika bayi baru lahir masih belum terbiasa untuk menghisap puting payudara Moms dan mengalami kesulitan.
Ketika cara bayi mengisap atau perlekatan (latch on) antara mulut bayi dengan puting payudara kurang tepat, otomatis ASI akan sulit
keluar dan mengalir ke dalam mulut anak.
Padahal, Si Kecil mungkin sudah sangat lapar dan ingin menyusu.
Semakin bayi merasa lapar, akan semakin sulit untuk menghisap puting dan menyusu dengan baik.
3. Bayi alami stres
Ternyata bayi juga bisa stres lho Moms, dan ini dapat menjadi penyebab bayi tidak mau menyusu.
Stres atau ada gangguan yang dirasakan dapat menyebabkan bayi mogok untuk menyusu.
Reaksi yang keras dari kita saat bayi menggigit puting juga dapat membuat bayi ketakutan dan tidak mau menyusu.
Selain itu, gangguan suara bising juga dapat membuat bayi mogok menyusu karena perhatiannya teralihkan.
4. Kondisi Puting Ibu
Sebagian besar si Kecil dapat menyusu dengan baik pada puting yang datar atau agak masuk ke dalam.
Terkadang, sulit bagi anak untuk menghisap puting payudara dan menempelkan bibirnya dengan tepat.
Jika bayi yang baru Moms lahirkan tidak menempel pada puting dengan benar dan Moms menduga karena masalah putting, jangan khawatir karena banyak cara untuk memperbaiki putting.
Menstimulasi putting atau menggunakan pompa payudara sebelum menyusui dapat membantu mengeluarkan dan menjadi solusi untuk bayi yang tidak mau menyusu.
5. Perubahan Aroma tubuh Moms
Perubahan sabun, deodoran, lotion, hingga parfume yang kita pakai dapat mempengaruhi hasrat bayi untuk menyusu.
Hal ini karena si Kecil merasa aroma tubuh ibunya berbeda dari biasanya, sehingga menyebabkan tidak mau untuk menyusu.
6. Bayi sedang mengantuk
Jika si Kecil mengantuk, otomatis tidak akan mau menyusu.
Untuk membangunkan si Kecil, kita dapat menggosok kaki atau punggungnya atau mengganti popoknya sebelum menyusui.
Terus coba untuk menempatkan bayi ke payudara sesering mungkin ya Moms dan pastikan aliran ASI lancar.
Jika Moms memiliki masalah ASI seret sebaiknya bantu tingkatkan dengan mengonsumsi Rukaiah Madu Lacta.
7. Bayi alami sakit atau cedera
Jika bayi kesakitan karena bahu yang patah atau memar akibat proses persalinan, bayi mungkin tidak akan merasa nyaman dan tidak mau menyusu.
Bayi new born dengan cacat fisik atau neurologis saat lahir mungkin tidak dapat menyusui dan akan menolak payudara.
8. Bayi alami tumbuh gigi
Tumbuh gigi sumbatan hidung, dan gangguan pernapasan dapat menjadi penyebab bayi tidak mau menyusu.
Hal ini biasanya terjadi pada pemberian ASI eksklusif di usia 6 bulan.
9. Bayi alami bingung puting
Bingung puting adalah salah satu penyebab bayi tidak mau menyusui
Bayi yang alami bingung puting pada dasarnya mengalami kebingungan saat harus menyesuaikan antara putting Moms dan susu botolnya
Sementara penyebab dari bingung puting diantaranya yaitu:
* Untuk menghisap puting, bayi harus membuka mulutnya lebar.
Tetapi bayi justru tidak perlu membuka mulutnya lebar saat menghisap dot susu
* Saat menghisap ASI dari puting, lidah bayi bergerak seperti ombak.
Lidah bayi harus bisa mengalirkan ASI yang masuk ke dalam tenggorokannya secara bebas.
* Saat menyusu ASI, bayi tidak dapat berhenti menghisap puting agar ASI tidak berhenti.
Sementara jika minum susu dari dot, tanpa dihisap pun susu akan terus mengalir tanpa terjeda.
10. Keterlambatan produksi ASI jadi seret
Untuk para New Moms mungkin memerlukan waktu beberapa hari untuk produksi ASI masuk ke payudara.
Penundaan ini dapat membuat para ibu dan bayi yang baru lahir sedikit frustasi.
Saat bayi newborn merasa frustasi, ia mungkin akan menolak menyusu dari payudara.
Tetapi jangan berkecil hati, Moms dapat coba letakkan bayi pada payudara sesering mungkin ya Moms agar si Kecil mau menyusu.
Mengatasi Bayi Tidak Mau Menghisap ASI Saat Menyusui
Jika Moms sedang mengalami Si Kecil yang tidak mau menyusu, maka dapat mencoba beberapa hal berikut ini ya Moms:
1. Tetap tenang Moms
Ternyata bayi dapat merasakan kecemasan ibunya lho Moms.
Oleh karena itu, meskipun sedang resah, usahakan agar Moms tetap tenang saat menghadapi Si Kecil yang tidak mau menyusu.
2. Mencari informasi laktasi
Cara mengatasi bayi yang tidak mau menyusu adalah dengan mencari sebanyak-banyaknya informasi mengenai laktasi saat sedang hamil.
Dengan begitu, perasaan sedih atau cemas berlebih tidak akan muncul saat melahirkan dan menemukan produksi ASI yang sedikit.
3. Perbaiki perlekatan menyusui
Sejak awal menyusui, Moms dapat menerapkan teknik perletakan antara mulut bayi dan puting payudara dengan benar.
Menemukan teknik perlekatan yang tepat sejak awal dapat membantu bayi lebih lancar menghisap puting sehingga mau menyusu langsung dari payudara.
4. Menyusui bayi di tempat tenang
Cara mengatasi bayi yang tidak mau menyusu selanjutnya yaitu dengan menghindari kebisingan.
Bayi yang masih kecil pasti lebih menyukai tempat yang tenang dan tidak terlalu terang.
Moms bisa menyusui di tempat yang tenang dan gelap, serta jauh dari gangguan. Hal ini dapat menjadi cara untuk mengatasi bayi yang tidak mau menyusu.
5. Latih bayi sering menyusu di setiap kesempatan
Jika Si Kecil tidak mau menyusu langsung dari putting, jangan langsung pasrah dan putus asa.
Moms dapat tetap melatih dan mengusahakan agar Si Kecil mau menyusui dari payudara secara langsung.
Latihlah Si Kecil menyusu secara langsung di setiap ada kesempatan.
6. Sering memerah ASI
Perah ASI dengan tangan ataupun pompa ASI ya Moms untuk menjaga persediaan ASI kita.
7. Memberikan ASI ketika Bayi Lapar
Bayi mungkin ingin segera menyusu saat ia menunjukkan tanda-tanda lapar, seperti mengepalkan tangan, mengisap tangan, dan gerakan tubuh lainnya.
Usahakan untuk tidak membuat Si Kecil menunggu terlalu lama saat ia rewel.
Berikan ASI sesering mungkin saat Si Kecil rewel ya Moms.
Jika Si kecil masih sering rewel padahal telah diberikan ASI, salah satu penyebabnya yaitu pasokan ASI Moms kurang.
Karena itu, perbanyak makan makanan bergizi dan bantu penuhi kebutuhan nutrisi dengan mengonsumsi Rukaiah Madu Lacta.
8. Lakukan kontak kulit (Skin to Skin)
Jika Si kecil mengalami bingung puting. Moms dapat membantunya untuk mulai menyusui secara langsung di payudara dengan cara:
* Lakukan pijatan pada puting untuk membantu bayi menyusui
Tingkatkan kontak antara kulit Moms (area payudara) dengan kulit si Kecil (area mulut)
Menjaga kuantitas ASI dengan cara meningkatkan periode menyusui atau sesi memompa ASI
9. Mengatur suhu ruangan
Saat bayi tidak mau menyusu, bisa jadi karena ia tidak nyaman dengan suhu ruangan.
Saat bayi menyusui, kita harus memperhatikan suhu ruangan agar tetap nyaman dan rileks.
Aturlah suhu ruangan menjadi hangat, namun tidak terlalu hangat.
Mandi air hangat bersama bayi
Saat bayi tidak mau menyusu, coba buat suasana menjadi lebih nyaman.
Mandikan Si Kecil air hangat agar tubuhnya terasa lebih rileks.
Setelah memandikan bayi, ajaklah ia berkeliling taman agar suasana hatinya lebih senang.
Mengompres dan menjaga kebersihan payudara
Peganglah payudara dengan menangkup dan memijat payudara di antara ibu jari dan jari lainnya.
Letakkan tangan Moms cukup jauh di belakang areola agar tidak mengganggu gelembung.
Jangan menekan payudara sehingga menimbulkan rasa sakit, dan hindari juga menggeser ibu jari atau jari lainnya di sepanjang payudara ya Moms.
12. Mengeluarkan suara yang lembut saat menyusui
Saat menyusui Si Kecil, bernyanyilah dan berbicaralah dengan lembut kepada Si Kecil ya Moms.
Hanya dengan mendengarkan suara ibu yang lembut, Si Kecil sudah bisa merasa rileks.
Cari Waktu yang tepat saat menyusui
Ketika lapar, bayi biasanya akan mau menyusu dengan baik.
Karena itu, jika bayi sudah menunjukkan tanda-tanda lapar, gunakan peluang tersebut untuk menyusuinya langsung melalui payudara.
Bayi yang lapar biasanya akan mengisap payudara dengan semangat tanpa penolakan.
14. Kurangi Penggunaan Botol Susu
Terlalu sering menggunakan botol susu dapat membuat bayi semakin enggan untuk mengisap ASI secara langsung dari payudara lho Moms.
Oleh karena itu, lebih baik kurangi frekuensi penggunaan botol susu atau empeng, terutama saat bayi masih kecil dan belum bisa menyusu langsung dari payudara dengan benar.
Menjaga Kuantitas dan Kualitas ASI
Selain harus mengatur agar Si Kecil mau menghisap ASI, sebaiknya Moms juga memperhatikan agar kuantitas dan kualitas ASI untuk Si Kecil tetap terjaga.
Apa saja yang perlu diperhatikan untuk menjaga kuantitas dan kualitas produk ASI? Yuk disimak bareng-bareng Moms penjelasan berikut ini:
1. Makan Makanan Bergizi
Faktanya kebanyakan para ibu menyusui kurang memperhatikan asupan makanan yang dikonsumsi.
Sebaiknya Moms meningkatkan konsumsi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral secara seimbang ya.
Karena jika Moms berhasil memenuhi gizi seimbang saat menyusui, maka kuantitas dan kualitas produksi ASI menjadi baik, dan bayi pun dapat tumbuh dengan sehat.
2. Perbanyak Minum Air Putih
Tubuh ibu menyusui tidak dapat memproduksi ASI dengan baik jika dalam kondisi dehidrasi.
Jadi, pastikan kebutuhan air putih dalam tubuh terpenuhi ya Moms, jangan sampai dehidrasi.
Kebutuhan cairan juga dapat diperoleh dari air putih, susu, jus, dan air yang tersedia di dalam makanan.
3. Menghindari Kafein
Kandungan kafein terdapat di dalam kopi dan teh. Mengonsumsi kafein oleh ibu menyusui dapat membuat rendahnya produksi ASI.
Ibu menyusui dianjurkan untuk membatasi minum kopi, teh, dan soda, yaitu 2-3 gelas dalam sehari.
Bayi yang baru lahir dapat lebih sensitif terhadap kafein dibandingkan bayi yang sudah berusia beberapa bulan.
4. Hindari Alkohol dan Rokok
Mengonsumsi minuman beralkohol di masa menyusui bisa menghambat pelepasan oksitosin, yaitu hormon yang menyebabkan kontraksi sel sekitar alveoli untuk menghasilkan ASI
Jika pelepasan hormon oksitosin terganggu, maka akan mengganggu kuantitas dan kualitas ASI yang dihasilkan ibu menyusui.
Untuk mengaktifkan kembali hormon oksitosin dan prolaktin ahli menyarankan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung zat lactagogue (pelancar ASI) seperti Rukaiah Madu Lacta.
5. Hindari Obat-Obatan Kimia
Para Ibu menyusui sebaiknya menghindari mengonsumsi obat-obatan kimia dengan sembarangan tanpa resep dokter atau tenaga medis.
Karena, beberapa zat yang terkandung di dalam obat-obatan dapat mempengaruhi ASI yang diproduksi.
6. Hindari Penyebab Stres
Kecemasan dan stres dapat mengganggu produksi ASI dan menyebabkan produksi lebih sedikit.
Oleh karena itu, penting sekali untuk membuat suasana lingkungan yang santai untuk menyusui dan membuat pengalaman menyusui menyenangkan.
Salah satu cara untuk menghindari stres adalah dengan tidur yang cukup atau setidaknya tidur 7-8 jam sesuai rekomendasi dokter.
7. Konsumsi Suplemen Pelancar ASI atau ASI Booster
Cara untuk menjaga kuantitas dan kualitas ASI selanjutnya yaitu dengan mengkonsumsi Suplemen Pelancar ASI.
Tetapi sebelumnya, Moms wajib mengkonsumsi Suplemen Pelancar ASI dengan kandungan tepat dan juga herbal.
Karena jika mengonsumsi Suplemen Pelancar ASI yang mengandung campuran bahan kimia, justru akan membahayakan Moms dan juga Si Kecil.
Suplemen Pelancar ASI yang aman dikonsumsi yaitu Rukaiah Madu Lacta. Karena memiliki komposisi 100 persen natural dalam trilogi formula (gold rich ajwa, ekstrak daun katuk, dan madu murni) yang dapat membantu menjaga kuantitas dan kualitas produksi ASI.
Di samping itu, Rukaiah Madu Lacta juga telah mengantongi izin BPOM, tersertifikasi halal, diolah menggunakan mesin berteknologi sehingga nutrisinya tetap terjaga dan aman untuk dikonsumsi.
Bila Moms tengah memasukan usia kehamilan trimester 3, Madu Lacta ini juga dapat dikonsumsi sebagai suplemen persiapan menyusui agar produksi ASI lancar pasca melahirkan nanti.
Pemesanan praktis produk klik disini dan dapatkan konsultasi GRATIS bersama konselor laktasi terbaik dari Rukaiah Madu Lacta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/foto-adv-ilustrasi-bayi-menangis-saat-akan-menyusui.jpg)