Pekan Teh Rakyat 2023, Dukung Petani Perluas Pasar Produk Teh Rakyat
Pekan Teh Rakyat 2023 ikut mendukung para petani perluas pasar produk teh rakyat
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Teh Indonesia masih termasuk salah satu teh terbaik di dunia. Namun produksi teh setiap tahun mulai mengalami penurunan. Selain alih fungsi lahan, ada bermacam faktor yang mempengaruhi penurunan produksi teh.
Jawa Barat menjadi salah satu daerah dengan penghasil teh terbaik, dan seperti daerah lainnya, perkebunan teh juga tak sebanyak dulu karena sudah ada yang beralih fungsi lahan.
Untuk mendukung teh Indonesia kembali berjaya dengan produksi yang kembali tinggi, perlu adanya sinergi dan dukungan banyak pihak terutama pemerintah agar produk teh da petani teh kembali berjaya.
Baca juga: Apresiasi Pasar Leuweung, Atalia Ridwan Kamil: Promosikan Teh dan Kopi Jabar
"Teh di Indonesia sempat berjaya dan dikenal di dunia dengan kualitas dan rasanya. Namun kini seriring penurunan produksi, peringkat negeri ini sebagai eksportir teh terus melorot. Kini, Indonesia berada di peringkat ke-13, padahal teh penyumbang devisa negara, pengentasan kemiskinan masyarakat desa, dan sekaligus jug berperan dalam pelestarian lingkungan," kata Ketua Asosiasi Teh Indonesia Atik Dharmadi pada acara Pekan Teh Rakyat yang mengusung tema Teh Rakyat di Tengah Peluang dan Tantangan, di Roemah Kentang Kamis 22 Juni 2023.
Menurutnya, sekitar 46 persen perkebunan teh Indonesia digarap petani, 34% dikelola negara, dan 20% dikelola swasta.
Meskipun mempunyai area perkebunan terluas, ironisnya produktivitas kebun teh rakyat justru yang paling kecil.
Dari 144.064 ton produksi teh kering Indonesia pada 2020, 40% dihasilkan perkebunan besar negara, 35% oleh perkebunan rakyat, dan 25% oleh perkebunan bsar swasta,
Di sisi lain, pengolahan mandiri untuk memotong rantai pasok belum banyak dilakukan oleh kelompok dan koperasi tani.
Alasannya beragam, mulai dari akses modal susah, manajemen kurang, hingga dependensi pada bantuan pemerintah dan lembaga pendamping.
Untuk bertahan di tengah himpitan permasalahan tersebut perwakilan para petani teh dari 14 kabupaten dari Jawa Barat dan Jawa Tengah berinisiatif melakukan gerakan bersama untuk membentuk Paguyuban Tani Lestari pada tahun 2016.
Tujuan dari pembentukan paguyuban ini untuk mendorong para petani terus meningkatkan pengelolaan dan perawatan kebun teh untuk meningkatkan produktivitas dan menghasilkan pucuk berkualitas.
Paguyuban Tani Lestari merupakan forum petani teh dari wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah yang terbentuk pada pertengahan tahun 2016 atas inisiatif dari Business Watch Indonesia (BWI).
Bersama Paguyuban Tani Lestari, anggota petani berusaha untuk memperbaiki diri melalui serangkaian program pembinaan untuk kemandirian, dengan harapan petani mendapatkan manfaat kebaikan, nilai tambah petani serta perbaikan kehidupan kelompok tani secara berkelanjutan
Namun demikian, para petani dan Pguyuban Tani Lestari membutuhkan dukungan dari berbagai pihak untuk melakukan perbaikan-perbaikan tersebut.
"Untuk bertahan di tengah himpitan permasalahan tersebut perwakilan para petani teh dari 14 kabupaten dari Jawa Barat dan Jawa Tengah berinisiatif melakukan gerakan bersama untuk membentuk Paguyuban Tani Lestari pada 2016," Kata Ketua Paguyuban Tani Lestari Waras Paliant.
Baca juga: Tempat Kuliner yang Jadi Favorit Milenial, Ada Keunikan Teh Racikan Bunga Hingga Rempah di Teapotto
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pekan-teh-rakyat.jpg)