Siswi SMK Korban Penganiayaan

Mala Tersangka Penganiayaan Berat pada Siswi SMKN 1 Rancah Sudah Diamankan, Korban Masih Dirawat

Sementara korban, Ni (16) siswi SMKN 1 Rancah, sampai Kamis (22/6) siang masih dirawat di Klinik Purwa Sehat Cisontrol Rancah.

Penulis: Andri M Dani | Editor: Ravianto
TRIBUNJABAR.ID/ANDRI M DANI
Kapolres Ciamis AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro SH SIK MT didampingi Kasi Humas Iptu Magdalena NEB dan Kanit 1 Satreskrim Polres Ciamis, Ipda Amru Heru Utomo mengungkapkan soal tragedi penganiayaan berat yang menimpa siswi SMKN Rancah saat konferensi pers di Mapolres Ciamis, Selasa (20/6/2023). 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – NKD  alias Mala (19), tersangka kasus penganiayaan berat atas korban, Ni (16) siswi kelas X SMKN 1 Rancah kini sudah diamankan di Polres Ciamis.

NKD,  gadis yang beralamat di Cangkuang Wetan Dayeuh Kolot Bandung tersebut sempat dirawat di Klinik  Purwa Sehat Cisontrol Rancah karena gangguan penceranaan (maag) akutnya kambuh disertai thypus.

Di  klinik yang sama pada hari kejadian  Senin (19/6) siang tersebut, korban Ni (16) terlebih dirawat.

Tersangka NKD  diciduk  sekitar 7 jam setelah kejadian, saat menjalani perawatan di Klinik Purwa Senin (19/6) sore.

Kemudian perawatan NKD  dialihkan  ke sebuah rumah sakit di Ciamis dengan penjagaan  petugas  kepolisian.

“Hari ini tersangka (NKD) sudah ditahan di Polres Ciamis. Dan menjalani pemeriksaan intensif,” ujar Kapolres Ciamis, AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro  SH SIK MT kepada Tribun  disela-sela kegiatan bhakti sosial di Situs Karangkamulyan Cijeungjing Ciamis, Kamis (22/6) siang.

Kapolres Ciamis AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro saat ekspose kasus ayah tiri cabuli anak tiri dan ayahkandung hamili anak kandung, Rabu (14/6). Dalam 6 bulan terakhir ada 26 kasus pencabulan yang ditangani Polres Ciamis, mayoritas korbannya adalah anak di bawah umur (foto/tribunjabar/andri m dani)
Kapolres Ciamis AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro saat ekspose kasus ayah tiri cabuli anak tiri dan ayahkandung hamili anak kandung, Rabu (14/6). Dalam 6 bulan terakhir ada 26 kasus pencabulan yang ditangani Polres Ciamis, mayoritas korbannya adalah anak di bawah umur (foto/tribunjabar/andri m dani) (tribunjabar/andri m dani)

Sementara korban, Ni (16) siswi SMKN 1 Rancah, sampai Kamis (22/6) siang masih dirawat di Klinik Purwa Sehat Cisontrol Rancah.

Bila kondisi sudah memungkinkan menurut AKBP Tony Prasetyo  Yudhangkoro , POlres Ciamis memberikan kesempatan kalangan profesional untuk  memberikan  trauma healing pada korban. “Kami  akan memfasilitasi kalangan profesional untuk memberikan trauma healing pada korban. Itu bentuk kepedulian Polres Ciamis,” katanya.

Sementara untuk pelaku, tersangka NKD, adalah tugas penyidik melakukan penegakan hukum dan memprosesnya sampai berkas perkaranya diserahkan ke jaksa penuntut umum (JPU).

Baca juga: Penganiaya Siswi SMK di Rancah Ciamis Ternyata Menyusul ke Klinik Korban Dirawat, Ini yang Dilakukan

“Untuk tersangka jelas akan dilakukan penegakan hukum,” tegas Kapolres Ciamis AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro.
Kasus yang cukup menghebohkan tersebut sedang ditangani oleh Unit PPA Satreskrim POlres Ciamis.
Dari pemeriksaan awal diketahui bahwa motif dari pelaku melakukan penganiyaan berat atas korban karena cemburu berlatar belakang asmara cinta segitiga.

“Kami tegaskan sekali lagi, motif dari kejadian tersebut karena cemburu. Dengan latar belakang persoalannya asmara, cinta segitiga,” katanya.

Seperti diberitakan Tribun sebelumnya, tersangka NKD nekat melakukan penganiayaan berat terhadap korban Ni (16). Pelaku dengan sadis menggorok leher korban dengan 3 kali sayatan menggunakan pisau dapur. Tiga kali sayatan tersebut menimbulkan luka menganga di leher sepanjang 15 cm sampai 20 cm dengan kedalam luka  5 cm.

Korban sempat berteriak minta tolong warga dan tergeletak disisi jalan kampung di Leuwenggede Blok Cibodas Dusun Harjamukti Rt 04 RW 05 Desa Cisontrol Rancah . Warga yang cepat datang ke lokasi dan memberikan pertolongan korban yang berlumuran darah langsung dibawa ke Klinik Purwa Cisontrol sekitar 2,5 km dari lokasi kejadian. Nyawa korban pun terselamatkan.

Peristiwa yang menghebohkan tersebut terjadi Senin (19/6) sekitar pukul 09.00. Waktu kejadian korban sedang dalam perjalanan dari rumahnya di Dusun Mekarjaya Desa Kaso Tambaksari menuju SMKN 1 Rancah di Desa Cileungsir Rancah dengan sepeda motor.

Rupanya dalam perjalanan tersebut, Ni sudah dibuntuti oleh NKD alias Mala yang juga menggendarai sepeda motor dan memakai masker.

Di lokasi kejadian, korban dipepet dan diberhentikan oleh pelaku. Setelah sempat terlibat sedikit cekcok, kemudian pelaku duduk di jok motor korban di belakang korban.

Dengan dalih di kerah baju seragam korban ada ulat, lantas pelaku menyingkap kerudung yang menutup leher korban. Serta merta pelaku kemudian menghunus pisau dapur yang sudah dipersiapkan pelaku.

Dari arah belakang korban, pelaku menyayatkan pisau darpur tersebut ke leher korban yang sedang menghadap ke depan. Pelaku menggorok leher korban dengan 3 kali sayatan, sehingga korban jauh ambruk ke sisi jalan kampung yang hanya berjarak sekitar 25 meter dari Masjid Al Barokah kampung Cibodas tersebut. Pelaku pun kabur  meninggalkan korban  yang berlumuran darah.

Warga yang berdatangan berhasil menyelamatkan nyawa korban dengan cepat membawa korban ke Klinik Purwa SEhat  Cisontorl.

Sampai Kamis (22/6) siang korban, siswi SMKN 1 Rancah tersebut masih dirawat intensif di Klinik Purwa Sehat yang berlokasi tidak jauh dari patung Gatot Kaca, Cisontrol tersebut (andri m dani)   

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved