Siswi SMK Korban Penganiayaan

Kilas Balik Kasus Siswi SMKN 1 Rancah Ciamis Korban Penganiayaan Berat, Korban Sudah Pulang dari RS

Pasien atas nama Ni, diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah semakin membaik dan selanjutnya bisa berobat jalan

Penulis: Andri M Dani | Editor: Ravianto
andri m dan/tribun jabar
Polisi memperlihatkan barang bukti penganiayaan pada siswi SMKN 1 Rancah di Mapolres Ciamis Selasa (20/6) siang. 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Setelah sempat dirawat  selama 5 hari di Klinik Purwa Sehat Cisontrol Rancah, akhirnya Ni (16) –siswi SMKN 1 Rancah korban penganiayaan berat yang dilakukan NKD (19) sudah diperbolehkan pulang ke rumah.

Ni pulang ke rumahnya di Dusun Mekarjaya  Desa Kaso Tambaksari  dengan mobil pribadi dari Klinik Purwa  Sehat Cisontril Jumat (23/6) pukul 21.00 malam lalu.

“Pulangnya Jumat (23/6) malam lalu, sekitar jam 21.00. Tidak diantar pakai  ambulans. Tapi pasien dijemput pakai mobil keluarga,” ujar Otong, petugas Klinik Purwa Sehat Cisontrol kepada  Tribun  Minggu (25/6).

Pasien atas nama Ni, diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah semakin membaik dan selanjutnya bisa berobat jalan serta kontrol dalam waktu yang sudah dijadwalkan.

Ni (16),  bungsu dari 3 bersaudara, anak dari pasangan suami-istri Anang dan Ny Yayah tersebut sempat dirawat di Klinik Purwa Sehat Cisontrol Rancah karena mengalami  3 sayatan di leher akibat penganiayaan berat yang dilakukan NKD alias Mala (19) di jalan kampung  di Leuweunggede Blok Cibodas Dusun Harjamukti Rt 04 RW 05 Desa Cisontrol Rancah, Senin (19/6) pukul 09.00.

Waktu kejadian korban sedang dalam perjalanan  dari rumahnya  di Desa Kaso Tambaksari menuju sekolahnya di SMKN 1 Rancah di Desa Cileungsir Rancah dengan menggunakan sepeda motor.

Kapolres Ciamis AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro SH SIK MT didampingi Kasi Humas Iptu Magdalena NEB dan Kanit 1 Satreskrim Polres Ciamis, Ipda Amru Heru Utomo mengungkapkan soal tragedi penganiayaan berat yang menimpa siswi SMKN Rancah saat konferensi pers di Mapolres Ciamis, Selasa (20/6/2023).
Kapolres Ciamis AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro SH SIK MT didampingi Kasi Humas Iptu Magdalena NEB dan Kanit 1 Satreskrim Polres Ciamis, Ipda Amru Heru Utomo mengungkapkan soal tragedi penganiayaan berat yang menimpa siswi SMKN Rancah saat konferensi pers di Mapolres Ciamis, Selasa (20/6/2023). (TRIBUNJABAR.ID/ANDRI M DANI)

Namun di lokasi kejadian, korban dipepet  dan dihentikan oleh pelaku NKD yang sudah membuntutinya juga mengendarai sepeda motor.

Setelah korban berhenti, pelaku sempat berbicara dengan korban sebentar. Kemudian pelaku duduk di jok motor di bekalang korban.

Dengan dalih ada ulat di kerah baju seragam korban, seperti yang sudah direncanakan NKD menyingkap  kerudung yang menutup leher korban.

Baca juga: Mala Tersangka Penganiayaan Berat pada Siswi SMKN 1 Rancah Sudah Diamankan, Korban Masih Dirawat

Kemudian pelaku menghunus pisau dapur yang sudah disiapkan ke leher korban dari arah belakang. Tiga kali sayatan membuat leher korban tergorok dengan luka sayatan yang menganga.

Akibat kejadian tersebut korban jatuh tersungkur ke sisi jalan yang tidak jauh dari Masjid Al Barokah Kampung Cibodas. Korban sempat berteriak minta tolong, sehingga warga berdatangan ke lokasi kejadian.

Sementara pelaku kabur dengan menggunakan sepeda motor, tapi sempat membuang pisau dapur di lokasi kejadian.

Oleh warga Ni yang tergeletak berlumuran darah dari arah leher, dengan cepat dibawa ke Klinik Purwa Sehat Cisontrol (sekitar 2,5 km dari lokasi kejadian). Dan nyawa Ni pun terselamatkan.

Di ruang UGD Klinik Purwa Sehat Cisontrol, Ni yang mengalami luka sayatan sepanjag 15 cm sampai 20 cm mendapat 37 jahitan yakni 19 jahitan dalam dan 18 jahitan luar.

Setelah ditangani di ruang UGD, kemudian Ni menjalani rawat inap di Kamar Dahlia ruang rawat inap Klinik Purwa Sehat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved