Pelajar SMP Dikabarkan Ikut Diciduk saat Polisi Gerebek Tambang Liar di Sukabumi
Sejumlah pelajar SMP dikabarkan ikut diciduk aparat kepolisian Polres Sukabumi, Polda Jabar saat menggerebek area pertambangan emas ilegal.
Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Januar Pribadi Hamel
Laporan Kontributor Tribunjabar.id M Rizal Jalaludin
TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Sejumlah pelajar SMP dikabarkan ikut diciduk aparat kepolisian Polres Sukabumi, Polda Jabar saat menggerebek area pertambangan emas ilegal.
Pertambangan emas ilegal itu berada di kawasan Perhutani blok Cibuluh, Desa/Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (1/6/2023) kemarin.
Penelusuran Tribunjabar.id, Aben (32) warga Waluran, mengaku sebagai orang tua pelajar SMP yang diamankan polisi dalam penggerebekan tambang liar tersebut.
Baca juga: Tambang Emas Ilegal di Area Perhutani Sukabumi Digerebek, Polisi Amankan Penambang Liar
Aben bercerita, anaknya diamankan polisi saat ikut ngonek (mengambil beban buangan hasil tambang).
Awalnya, ia melarang anaknya pergi ke area tambang liar, namun anaknya memaksa karena ingin mencari bekal untuk kenaikan kelas.
"Cerintanya begini, anak saya masih sekolah baru kelas 3 SMP, itu kan pas mau perginya minta izin ke saya, saya sudah cegah masih ngenyel, dikarenakan mau samenan (kenaikan kelas), gak punya duit, kata dia.
"Pak ini mau samen gak punya duit katanya, mau ikut ngonek katanya sama temen-temen, ternyata habis itu di lokasi kena razia, terbawa razia katanya," ujar Aben kepada awak media di Simpenan, Jumat (2/7/2023).

Aben menjelaskan, anaknya berjumlah dua orang yang terjaring razia polisi di area tambang ilegal. Saat itu anaknya pergi bersama dua orang temannya.
"Dari temen temennya anak saya, ngabarin karena ikut ngonek dia kena razia, katanya dibawa ke polres, dua orang anak saya, dua orang lagi anak temen saya, jadi ada 4 orang, anak saya adik kakak, satu namaya Yosep, yang adiknya Aditya, adik kakak," jelasnya.
Aben mengatakan, sebelumnya anaknya tidak pernah melakukan aktivitas tambang. Faktor ekonomi, kata dia, membuat anaknya maksa pergi menambang.
"Sebelumnya gak pernah ikut, cuman karena faktor ekonomi orang tua yang lemah, dia kan mau samen, gak punya duit, ngelihat temen-temennya pada ngonek dia ikut, sebenarnya terpaksa karena mau samen gak punya duit dia," jelasnya.
Sebelumnya, Kapolres Sukabumi, AKBP Maruly Pardede membenarkan pihaknya telah melakukan penggerebekan di area tambang ilegal tersebut.
"Iya. Masih intensif dilakukan pemeriksaan," kata Maruly kepada Tribun, Jumat (2/6/2023). (*)
Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.
Ojol di Sukabumi Akan Kepung Polres, Aksi Solidaritas Atas Meninggalnya Affan yang Dilindas Rantis |
![]() |
---|
Derita Puluhan Siswa SDN Cipaku Sukabumi, Sekolahnya Ambruk, Terpaksa Belajar di Lantai |
![]() |
---|
PLN Indonesia Power UBP JPR Hadirkan “TAMASYA” untuk Tumbuh Kembang Anak di Sukabumi |
![]() |
---|
Potret Pilu Nurjanah, 15 Tahun Dikurung di Kamar 2x2 Meter di Sukabumi, Kondisinya Memprihatinkan |
![]() |
---|
Nasib Nurjanah Warga Sukabumi Dikurung 15 Tahun Setelah Menikah dengan Orang Blitar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.