Satreskrim Polres Sumedang Buru Mobil yang Diduga Dipakai Membuang Riki, Pria Berkebutuhan Khusus
Satua Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sumedang saat ini terus melakukan penyelidikan atas dugaan dibuangnya Riki Nugraha (35).
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Januar Pribadi Hamel
Laporan Kontributor TribunJabar.id Kiki Andriana dari Sumedang
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Satua Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sumedang saat ini terus melakukan penyelidikan atas dugaan dibuangnya Riki Nugraha (35), pria berkebutuhan khusus yang akhirnya ditemukan meninggal dunia pada Senin (3/4/2023).
Kasat Reskrim Polres Sumedang, Iptu Maulana Yusuf mengatakan di antara yang dilakukan dalam penyelidikan adalan memburu mobil yang diduga digunakan untuk membuang Riki. Menurut petunjuk di lapangan mobil itu
"Masih menyisir keterangan dari saksi di lapangan juga dari pihak yayasan. Kami juga memburu mobil yang diduga dugunakan itu," kata Maulana kepada TribunJabar.id, Selasa (11/4/2023).
Baca juga: Kisah Mengharukan Ibu Asuh Riki Nugraha, Sudah Bangun Rumah untuk Anaknya yang Diduga Dibuang
Riki adalah penghuni sebuah panti yang berada di bawah naungan Yayasan Abadi Bina Mentari, yang beralamat di Kecamatan Darmaraja.
Dia tiga bulan lebih menghuni panti itu. Namun pada 28 Maret 2023, Riki dinyatakan kabur oleh yayasan.
Pihak yayasan tidak melaporkan peristiwa hilangnya Riki ke warga Puskopad, Desa Gunung Manik, Kecamatan Tanjungsari di mana Riki berasal dan dirawat warga sebelum dititipkan di panti.
Yayasan tersebut hanya melapor ke Dinas Sosial. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumedang, Dikdik Sadikin menampik mendapatkan laporan itu.
Baca juga: Bikin Air Mata Meleleh, Cerita Orang Tua Asuh Riki, Pria Terbelakang Mental di Sumedang yang Dibuang
Hingga lima hari, yayasan tak juga melaporkannya ke pihak warga yang menitipkan Riki. Hingga akhirnya kabar tentang Riki sampai ke warga Puskopad bahwa pria itu telah meninggal dunia.
Pada Senin (10/4/2023), warga Puskopad melaporkan secara resmi kejanggalan kasus meninggalnya Riki tersebut ke Mapolres Sumedang.
"Informasi yang kami dapat dari yayasan, baru ada peristiwa kabur sekali," kata Kasatreskrim.
Ketua Yayasan Abadi Bina Mentari, Dera Renda Nurherdarsyah, yang beralamat di Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, membantah telah melakukan pembuangan penghuni panti.
"Saya ketua yayasan hanya mendapatkan laporan saja dari ketua panti bahwa ada dua orang penghuni yang kabur pada tanggal 28 Maret 2023. Kami tidak melakukan pembuangan," kata Dera Renda kepada TribunJabar.id, Kamis (6/4/2023).
Begitu diketahui kabur, petugas panti segera mencarinya dalam batas waktu 2x24 jam. Dera mengatakan pihaknya tidak melaporkan kehilangan itu kepada polisi.
Panti hanya melapor ke Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinas Sosial Kabupaten Sumedang sebagai lembaga yang menitipkan Riki ke yayasan miliknya itu.
"Kami tidak memberi tahu keluarga di Puskopad karena tidak tahu nomor kontaknya. Ke Dinsos kami sudah lapor tapi tampaknya tidak diteruskan ke keluarga," katanya. (*)
Artikel TribunJabar.id lainnya bisa disimak di GoogleNews.
Satreskrim Polres Sumedang
Riki Nugraha
Pria Berkebutuhan Khusus
Yayasan Abadi Bina Mentari
Kecamatan Darmaraja
Satreskrim Polres Sumedang Bakal Selidiki Dugaan Pungli dan "Mark-Up" Karcis di Pasar Parakanmuncang |
![]() |
---|
Polisi Ringkus Dua Preman Pungli PKL di Alun-alun Sumedang |
![]() |
---|
Sebelum ke KPU, Dony-Fajar Kumpul dan Sarapan Bareng Peserta Kirab di Alun-alun Darmaraja Sumedang |
![]() |
---|
Detik-detik Nenek Dibunuh Cucu Sendiri di Sumedang, Aniaya Korban hingga Lemas, lalu Gunakan Besi |
![]() |
---|
Kemarau Panjang, Waduk Jatigede Sumedang Surut, Puing-puing Bangunan Rumah Warga Muncul Kembali |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.