Penyerangan Pelajar di Sumedang

Ini Tampang Pelaku Pembacokan Pelajar SMK di Sumedang, Brutal Habisi Korban karena Alasan Tak Jelas

Pilunya, kematian IDS berawal dari rasa ketakutan salah satu pelaku, RPW. Padahal korban dan para pelaku tak saling kenal.

Tribun Jabar/ Kiki Andriana
Tampang beberapa pelaku penganiayaan siswa SMK di Sumedang yang menyebabkan korban meninggal dunia 

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Nyawa IDS (18), siswa SMK PGRI 2 Sumedang melayang di tangan orang yang tidak dikenalnya, Jumat (10/3/2023). Ini tampang beberapa pelaku.

Pelakunya berjumlah delapan orang, tujuh di antaranya sama-sama berstatus pelajar.

Sebelumnya beredar bahwa peristiwa ini tawuran pelajar. Namun polisi mnengungkap fakta lain.

Kapolres Sumedang AKBP Indra Setiawan menjelaskan, kematian IDS murni karena penganiayaan.

Para pelaku masing-masing berinisial RF (18), IF (21), RPW (18), MAS (18), ZA (17), FI (17), TS (16), NH (17). 4 Pelaku dewasa dan 4 lainnya masih di bawah umur.

Pilunya, kematian IDS berawal dari rasa ketakutan salah satu pelaku, RPW. Padahal korban dan para pelaku tak saling kenal.

"RPW merasa ada yang membuntuti dan terancam oleh sekelompok orang. Maka dia menghubungi IF, RF, dan ZA, dan meminta mereka membawa alat (senjata) untuk menghadapi situasi jika terjadi pertengkaran," kata Kapolres saat memamerkan keempat tersangka di Mapolres Sumedang, Senin (13/3/2023).

Datanglah yang ditelepon itu membawa dua celurit menemui RPW.

Merasa bala bantuan tak cukup. IF dan ZA kembali mencari yang lain orang lain yang kini mereka juga tertangkap polisi.

Baca juga: Pengakuan Para Pelaku yang Bacok Pelajar hingga Tewas di Sumedang, Berawal dari Hasutan 1 Pelaku

Keduanya bertemu dengan FI, TS, NH, dan MAS. Mereka menghasut bahwa ada orang yang mengancam dan mereka akan mencarinya bersama-sama.

Sekitar pukul 12.00 pada Jumat itu, beranjaklah kelompok ini ke Desa Jatimulya. Di lokasi kejadian, mereka berpapasan dengan korban bersama teman-temannya, menggunakan dua sepeda motor.

"Karena melihat kelompok bersenjata ini, korban takut dan segera berbalik arah. Dikejarlah oleh pelaku. Padahal antara pelaku dan korban tak saling kenal," kata Kapolres.

Mula-mula yang melakukan kekerasan adalah ZA. Dia menebaskan celurit ke betis korban IDS. Kemudian IF yang dibonceng MS menebaskan celurit ke punggung korban. IDS terkapar. Siksaan membabi buta.

Kapolres menegaskan, pengakuan RPS tentang dugaan pengancaman sendiri belum bisa dibuktikan.

IF Ngaku hanya Bantu Adik Kandung

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved