Prostitusi Online di Indramayu, Ada Muncikari dan PSK di Bawah Umur, Kapolres: Edukasi dari Sekarang

Belum lama ini, polisi meringkus salah satu pelaku muncikari prostitusi online di Indramayu, warga Kabupaten Bogor yang masih berusia 16 tahun.

TRIBUNCIREBON.COM/HANDHIKA RAHMAN
Kapolres Indramayu, AKBP M Fahri Siregar saat konferensi pers Selasa (24/1/2023) mengimbau kepada orang tua untuk bisa mengedukasi anak-anaknya agar tidak sampai terjerumus dalam dunia prostitusi. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Kapolres Indramayu, AKBP M Fahri Siregar mengimbau kepada orang tua untuk bisa mengedukasi anak-anaknya agar tidak sampai terjerumus dalam dunia prostitusi.

Mengingat, sekarang ini banyak anak yang menjadi korban pelecehan seksual.

Bahkan, belum lama ini, polisi meringkus salah satu pelaku muncikari prostitusi online warga Kabupaten Bogor yang masih berusia 16 tahun.

Selain itu, ada pula PSK berusia 15 tahun yang turut dipasarkan para muncikari kepada lelaki hidung belakang melalui aplikasi kencan online.

Baca juga: Muncikari Prostitusi Online di Indramayu Ditangkap, Anak di Bawah Umur Termasuk Operatornya

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat terutama orang tua untuk bisa memberikan edukasi dari sekarang juga tentang situasi sekarang ini," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Selasa (24/1/2023).

"Jangan sampai, mereka menjadi korban pelecehan seksual ataupun terkait tindak pidana perdagangan orang," lanjut AKBP M Fahri Siregar.

Ia menilai, peran dari lingkungan sekolah maupun orang tua sangat penting untuk mencegah kejadian tersebut.

Dalam kasus tersebut, diketahui polisi berhasil membongkar kasus prostitusi online di Kabupaten Indramayu.

Ada 3 muncikari yang ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

Semua muncikari itu bukan berasal dari Kabupaten Indramayu.

Mereka datang sejak tanggal 4 Januari 2023 untuk menjalani bisnis prostitusi dengan menyewa 3 kamar kos-kosan di daerah Jalan Kembar Kelurahan Kepandean, Kecamatan/Kabupaten Indramayu.

Masing-masing muncikari itu adalah MFM (16) warga Kabupaten Bogor. Kemudian, RLJ (22) dan MF (24) warga Jakarta.

Baca juga: Pengakuan Muncikari Prostitusi Online di Indramayu, Berawal dari Iseng hingga Banyak Pelanggan

Polisi juga mengamankan 3 orang PSK asal Kabupaten Bogor yang dipasarkan oleh para tersangka, yakni berinisial JY (15), MD (30), dan AA (24).

Atas perbuatannya, ketiga tersangka muncikari tersebut diancam dengan Pasal 2 ayat (2) UU RI No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindana Perdagangan Orang (PTPPO).

"Dengan ancaman hukuman penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 120 juta dan paling banyak Rp 600 juta," ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved