Pengungsi Gempa Cianjur Enggan Pindah ke Hunian Sementara, Begini Alasan Mereka

Pengungsi bencana gempa bumi Cianjur yang menghuni beberapa tenda darurat masih enggan berpindah lokasi pengungsian.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Giri
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Perwakilan Huntara Jannati memberikan keterangan bahwa huntara keempat akan diisi oleh santriwati penghafal Al-Qur'an. 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Pengungsi bencana gempa bumi Cianjur yang menghuni beberapa tenda darurat masih enggan berpindah lokasi pengungsian.

Alasan ingin tetap berkumpul dengan keluarga dan dekat dengan kampung halaman masih disebutkan oleh para pengungsi.

Hal tersebut juga terlihat di bangunan hunian sementara (huntara) yang didirikan oleh relawan maupun organisasi kemanusiaan.

Hunian sementara masih banyak yang kosong.

Meskipun huntara yang dibangun relawan atau organisasi kemanusiaan berjarak dekat dengan lokasi tenda, namun para relawan masih harus berjuang keras untuk membujuk pengungsi agar mau menempati huntara.

Hal tersebut membuat beberapa hunian sementara akan dijadikan fasilitas pendidikan untuk pesantren dan fasilitas pendidikan untuk para penghafal Al-Qur'an.

Hal tersebut dikatakan oleh Aditya Muhamad Ramdan dari DeEPF yang membangun hunian sementara di lahan Pondok Qur'an An nahl, Kampung Garogol, Desa Cibulakan, Kecamatan Cugenang.

Baca juga: Delapan Orang Hilang Akibat Gempa Cianjur Belum Juga Ditemukan, Basarnas Sudah Temukan Titiknya

Hunian sementara Janati keempat yang dibangun dan diwakafkan oleh Ismuhu Yahya Pontianak untuk Cianjur recovery akan dipergunakan untuk mondok santri penghafal Al-Qur'an perempuan.

"Banyak hal yang menjadi tantangan di lapangan ketika harus masuk huntara terpisah. kKebanyakan para pengungsi gempa tak mau berpisah dengan keluarga. Alhasil huntara keempat ini akan ditempati oleh santriwati para penghafal Al-Qur'an," katanya.

Ibrahim Wahid dari Surgakan Indonesia dengan Al-Qur'an (Sidaq.id), mengatakan, pihaknya mempunyai kesamaan misi dengan DeEPF dalam hal mencetak para penghafal Al-Qur'an.

"Kami punya kesamaan misi fokus jangka panjang dan fokus terbantu, dari Pontianak untuk Indonesia. Semoga santri yang terdampak gempa ini bisa tetap melanjutkan menghafal Al-Qur'an," katanya.

Pimpinan Pesantren An Nahl, Taufik Abu Nahla, mengatakan, pesantrennya rusak terdampak gempa.

Baca juga: Riskan Busuk, Distribusi Logistik Telur untuk Korban Gempa Cianjur Harus Diutamakan

"Alhamdulillah rezeki dari Allah SWT, setelah musibah gempa menghancurkan pesantren kami hari ini ada pembangunan huntara untuk santri generasi para penghafal Al-Qur'an. Ini sangat bermanfaat bagi kami," katanya. (fam)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved