Ini Penyebab Bentrokan Antarpemuda yang Sebabkan Warga Majalengka Tergeletak di Pinggir Jalan

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman, mengatakan, bentrokan antarkelompok pemuda itu dipicu aksi saling menantang via media sosial.

Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Hermawan Aksan
ahmad imam baehaqi/tribunjabar
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman (kedua kanan), beserta jajarannya saat menunjukkan sejumlah barang bukti dalam konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (29/11/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Warga Kabupaten Majalengka yang ditemukan di Jalan Cirebon-Bandung, Desa/Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, ternyata korban bentrokan.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Arif Budiman, mengatakan, bentrokan antarkelompok pemuda itu dipicu aksi saling menantang via media sosial.

Menurut Arif Budiman, kedua kelompok tersebut sepakat untuk bentrokan di fly over Desa/Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, yang merupakan lokasi korban ditemukan.

Baca juga: Bentrok Antar-Pemuda di Cirebon yang Tewaskan Pemuda Majalengka, 7 Pelaku Sudah Diamankan

"Dari hasil pendalaman, kelompok yang terlibat bentrokan tersebut adalah CHOMAZ16SOUL dan PAAN_SEEWK/ANAKBAE2," kata Arif Budiman saat konferensi pers di Mapolresta Cirebon, Jalan R Dewi Sartika, Kecamatan Sumber, Kabupaten Cirebon, Selasa (29/11/2022).

Ia mengatakan, setelah menyepakati lokasi bentrokan, kedua kelompok itu berangkat sesuai dengan waktu yang telah ditentukan dengan mengendarai sepeda motor.

Bentrokan itu pun melibatkan korban dan teman-temannya yang berjumlah 10 orang dari kelompok CHOMAZ16SOUL melawan 17 orang dari kelompok PAAN_SEEWK/ANAKBAE2.

Hingga akhirnya, korban yang mengalami luka sabetan senjata tajam hampir di sekujur tubuhnya akibat bentrokan tersebut dilarikan ke RSUD Arjawinangun, dan dinyatakan meninggal dunia.

Baca juga: Pemuda Majalengka yang Terkapar Berdarah di Jalan Raya Cirebon-Bandung Ternyata Korban Perkelahian

Pihaknya bertindak cepat dan melakukan serangkaian penyelidikan dari mulai olah TKP hingga memeriksa keterangan saksi-saksi setelah menerima laporan peristiwa itu.

"Kami berhasil mengamankan tujuh tersangka dari kelompok PAAN_SEEWK/ANAKBAE2 yang terbukti menganiaya korban dalam waktu 16 jam setelah kejadian," ujar Arif Budiman.

Arif menyampaikan, sejumlah barang bukti juga turut diamankan, di antaranya senjata tajam, dua batang bambu, selongsong kembang api, dan tiga unit sepeda motor.

Saat ini, tujuh tersangka yang berinisial AN (19), AA (17), AF (17), MS (21), C (17), MF (16), dan IK (16) masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolresta Cirebon.

"Untuk identitas korbannya adalah pelajar berusia 16 tahun dan tercatat sebagai warga Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka," kata Arif Budiman. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved