Pengusaha Hiburan Malam Datangi DPRD Pangandaran, Ternyata Banyak Tambahan Usaha Tak Sesuai Izin

Buntut penutupan tempat hiburan malam di kawasan wisata, puluhan pelaku usaha melakukan aksi dengan mendatangi DPRD Pangandaran, Jumat (18/11/2022)

Penulis: Padna | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/PADNA
Puluhan warga yang mengais rezeki di kafe atau tempat hiburan malam di kawasan wisata, menggeruduk Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran, Jumat (18/11/2022). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Buntut penutupan tempat hiburan malam di kawasan wisata, puluhan pelaku usaha melakukan aksi dengan mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran, Jumat (18/11/2022).

Korlap aksi, Ujang Bendo menyampaikan, dengan mulai adanya penutupan tempat hiburan malam Ia bersama pengusaha lainnya meminta ada solusi lain.

"Saya memohon kepada pemerintah daerah, jangan dulu lah melakukan eksekusi, mari kita bersama sama mencuri solusi," ujar Ujang kepada sejumlah wartawan seusai audensi, Jumat (18/11/2022) siang.

"Dalam artian, jangan dulu ke penutupan tapi mendingan penertiban. Karena ,dengan tidak adanya warung remang-remang ini, persoalan prostitusi di Pangandaran menurut saya tidak akan terminimalisir, bahkan tidak akan hilang," katanya.

Tapi, Ujang menghendaki untuk bersama sama melakukan sebuah pemetaan yang lebih komprehensif.

"Jadi, kalau mau eksekusi ya eksekusi lah semua karena semuanya juga tidak ada yang tepat," katanya.

Baca juga: Minta Kejelasan Soal Penutupan, Pengelola Tempat Hiburan Malam Geruduk Kantor DPRD Pangandaran

Kalau berbicara menimalisir prostitusi di Pangandaran, menurutnya bukan hanya di tempat itu (warung remang-remang) saja.

"Tapi, mungkin terjadi di penginapan dan hotel juga kan termasuk sebuah alat. Tapi saya tidak mau berbicara wisata indentik dengan prostitusi itu, saya tidak mau. Teman-teman mungkin sudah paham, yang namanya tempat wisata mungkin tempat hiburannya juga ada," ucap Ujang.

Jadi, pada intinya tuntutan kepada pemerintah daerah itu karena kemarin-kemarin sudah melayangkan Surat Peringatan (SP) 2 dan hari Sabtu (19/11/2022) besok mungkin SP 3.

"Ya, jangan melakukan hal itu lah (SP 3). Kita minta duduk bersama untuk mencari solusi," ujarnya.

Sementara hasil dari permintaan dalam audensi Ia mengaku belum menerima jawaban tepat.

"Tapi mungkin, dari pemerintah daerah dan Ketua DPRD sendiri mungkin akan dibicarakan. Apa besok tetap eksekusi, Saya enggak tahu," ucap Ujang.

Kalau mengenai izin usaha hiburan malam, hal ini memang semuanya (warung remang - remang) tidak ada yang berizin.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved