Kasus Demam Berdarah di Majalengka masih Tinggi, Sejak Januari 2022 Terhitung Ada 356 Kasus
Ratusan kasus DBD tersebut tersebar di 26 Kecamatan atau 32 wilayah kerja Puskesmas.
Penulis: Eki Yulianto | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto
TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Penderita demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat mencapai 356 kasus.
Jumlah itu tercatat dalam kurun waktu di bulan Januari hingga Oktober 2022.
Dari jumlah tersebut, diketahui empat orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Majalengka, H Agus Susanto melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), H Mumu Hermawan mengatakan, jumlah tersebut masih di bawah dari jumlah yang tercatat pada tahun lalu, yakni 782 kasus.
Baca juga: Nyamuk DBD Aedes Aegypti Bisa Bertelur di Bak Dispenser, Anak Banyak Jadi Korban Gigitan
Namun, jika dihitung dari kasus meninggal dunia sebanyak 4 orang, Case Fatality Rate masih di atas 1 persen dari target dibawah 1 persen atau baiknya tidak ada kematian.
Diungkapkan dia, bahwa ratusan kasus DBD tersebut tersebar di 26 Kecamatan atau 32 wilayah kerja Puskesmas.
"4 Kecamatan dengan kasus DBD tertinggi di tahun 2022, yaitu Kecamatan Cigasong 47 kasus, Sumberjaya 46 kasus, Ligung 39 kasus dan Majalengka 16 kasus," ujar Mumu saat dikonfirmasi Tribun, Sabtu (29/10/2022).
Masih tingginya angka kasus DBD di Majalengka, jelas Mumu, salah satunya lantaran cuaca yang cenderung berubah-ubah.
Sehingga dimungkinkan masih banyak tempat perindukan nyamuk.
"Lalu masih minimnya kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan utamanya dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), menjadi faktor lain," ucapnya.
Perlu diketahui, bahwa nyamuk DBD atau nama latinnya Aedes Aegypti senang di lingkungan yang bersih seperti lingkungan rumah yang banyak genangan airnya.
Seperti di botol bekas, tempat minum burung, pembuangan air kulkas, dispenser, pot bunga dan lain-lain.
Baca juga: Warga Diminta WASPADA, Sejak Januari 2022 Sudah 14 Orang Meninggal Akibat DBD di Sumedang
Sehingga yang diperlukan oleh seluruh masyarakat adalah menggerakkan semua lapisan untuk PSN DBD dengan cara 3M plus, yaitu Menguras, Menutup dan Mengubur barang bekas.
Dan plusnya bisa dengan cara menaburkan bubuk abate ke tempat penampungan air.