Gemap Bumi Pangandaran
Pangandaran Diguncang Dua Kali Gempa Pagi Ini, Warga Baru Rasakan Getaran yang Kedua
Gempa bumi mengguncang wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (5/5/2026) pagi.
Penulis: Padna | Editor: Kemal Setia Permana
Ringkasan Berita:
- Gempa bumi mengguncang wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (5/5/2026) pagi
- Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terjadi dua kali gempa dalam rentang waktu kurang dari satu jam
- Gempa pertama tercatat berkekuatan magnitudo 3,1 pada pukul 04.22.16 WIB
- Selang beberapa menit kemudian, gempa kedua dengan magnitudo lebih besar, yakni 4,2, terjadi pada pukul 05.14.39 WIB
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Gempa bumi mengguncang wilayah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (5/5/2026) pagi.
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), terjadi dua kali gempa dalam rentang waktu kurang dari satu jam.
Gempa pertama tercatat berkekuatan magnitudo 3,1 pada pukul 04.22.16 WIB.
Episenter berada di koordinat 8,27 LS dan 108,15 BT, atau sekitar 74 kilometer barat daya Pangandaran, dengan kedalaman 10 kilometer.
Selang beberapa menit kemudian, gempa kedua dengan magnitudo lebih besar, yakni 4,2, terjadi pada pukul 05.14.39 WIB.
Lokasinya berada di koordinat 8,08 LS dan 107,92 BT, sekitar 76 kilometer barat daya Pangandaran, dengan kedalaman 14 kilometer.
BMKG menyampaikan bahwa informasi yang disampaikan mengutamakan kecepatan, sehingga data masih dapat berubah seiring kelengkapan analisis
Baca juga: Korban Penyiraman Air Keras di Tasikmalaya Bertambah, Total 9 Orang Jalani Perawatan
.Sejumlah warga di Pangandaran mengaku merasakan getaran gempa, meski tidak berlangsung lama dan tidak terlalu kuat.
Seorang warga Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Dede (44), mengatakan dirinya hanya merasakan gempa kedua.
"Yang pertama tidak terasa, saya tidak tahu. Yang kedua agak terasa," ujar Dede kepada Tribun Jabar di halaman rumahnya, Selasa pagi.
Sementara itu, warga lainnya, Renda Sena (33), mengaku tidak merasakan getaran sama sekali meskipun sudah beraktivitas sejak pagi.
"Enggak terasa, padahal sudah bangun," katanya.
Kelak BPBD Kabupaten Pangandaran, Dodo Kusnadi, memastikan gempa tersebut tidak menimbulkan dampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.
"Tidak terlalu besar, jadi tidak dirasakan semua warga. Untuk laporan kerusakan infrastruktur, sampai saat ini belum ada," ucap Dodo. (*)
| Seorang Perempuan dan 6 Laki-laki Jadi Korban Penyiraman Air Keras di Tasikmalaya |
|
|---|
| Sempat Minta Tolong, Empat Bocah Hanyut di Sungai Kriyan Cirebon, Tiga Selamat Satu Hilang |
|
|---|
| KPK Buka Peluang Terbitkan Sprindik Kasus Korupsi Pengadaan Lahan Kereta Cepat Whoosh |
|
|---|
| Akademisi Unpas Soroti Rencana Tutup Prodi: Fokuslah pada Fleksibilitas Belajar Bukan Hanya Tren |
|
|---|
| Jauh-jauh dari Sumatera Barat, Bupati Ini Datang ke Ciamis dan Belajar Pengelolaan Sampah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pantai-timur-pangandaran-setelah-gempa.jpg)