Nyamuk DBD Aedes Aegypti Bisa Bertelur di Bak Dispenser, Anak Banyak Jadi Korban Gigitan

Air bersih tergenang bukan hanya pada barang-barang bekas, namun juga barang-barang yang dekat sehari-hari, seperti bak kecil di bawah keran dispenser

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Kiki Andriana
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendaliaan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumedang, dr. Renny Kurniawati Anton saat diwawancara TribunJabar.id di Sumedang Selatan, Selasa (11/10/2022). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumedang mewanti-wanti agar masyarakat waspada terhadap tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti.

Nyamuk yang menjadi vektor virus demam berdarah dengue (DBD) itu diketahui senang hidup di air bersih yang tergenang.

Tempat air bersih tergenang sangat banyak.

Baca juga: Warga Diminta WASPADA, Sejak Januari 2022 Sudah 14 Orang Meninggal Akibat DBD di Sumedang

Air bersih tergenang bukan hanya pada barang-barang bekas, namun juga barang-barang yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti bak kecil di bawah keran disepenser, tempat minum hewan peliharaan, atau talang air sekalipun.

"Si belang (Aedes aegypti) ini tidak mau hidup di air kotor atau air sungai yang langsung bersentuhan dengan tanah. Maunya di tempat bersih, maka waspada," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendaliaan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sumedang, dr. Renny Kurniawati Anton di Sumedang, Selasa (11/10/2022).

Karena tempat hidupnya yang sering tak disadari, masyarakat diminta untuk selalu rutin melakukan 3M plus, yakni menguras tempat air tertampung, menutup penampungan air, mengubur barang bekas, dan memanfaatkan barang yang mungkin dipakai tempat berkembang biak nyamuk.

Di Sumedang, nyamuk Aedes aegypti telah menjadi vektor penyebaran virus DBD kepada ribuan orang. Urutan pertama korban gigitan adalah masyarakat pada usia 15-44 tahun.

"Siapa mereka itu? Mereka adalah siswa-siswa sekolah, SMP dan SMA, dan orang dewasa pada usia produktif," kata Renny.

Di urutan kedua korban gigitan nyamuk Aedes aegypti adalah anak-anak usia 5-14 tahun.

Baca juga: Penyuluhan Pencegahan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) Pada Warga Rw 11 Panyileukan

Di urutan ketiga adalah anak yang usianya kurang dari setahun. Meski untuk golongan ini, terbilang sangat jarang.

"Kembang biak nyamuk bisa dicegah dengan segala hal. Dan yang terpenting, sanitasi di lingkungan harus bersih, lingkungan bersih," kata Renny.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved