Rabu, 6 Mei 2026

Imbas Demo, IHSG Anjlok 2,27 persen ke Level 7.771

Imbas demo membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun 2,27% ke level 7.771 pada Sesi I perdagangan

Tayang:
Penulis: Nappisah | Editor: Siti Fatimah
tribunnews
ILUSTRASI IHSG - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun 2,27% ke level 7.771 pada Sesi I perdagangan Jumat (29/8/2025).  Pelemahan tajam ini tak lepas dari aksi demo yang terjadi di sejumlah titik Jakarta dan kota besar lain, sehingga menambah tekanan psikologis di pasar. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun 2,27 persen ke level 7.771 pada Sesi I perdagangan Jumat (29/8/2025). 

Pelemahan tajam ini tak lepas dari aksi demo yang terjadi di sejumlah titik Jakarta dan kota besar lain, sehingga menambah tekanan psikologis di pasar.

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, mengatakan meski IHSG merosot, fundamental pasar Indonesia masih tetap solid.

Baca juga: ALDO Umumkan Buyback Rp10 Miliar, Optimistis Jaga Kinerja dan Stabilitas Saham

Menurutnya, fluktuasi indeks adalah bagian wajar dari dinamika pasar.

“Seandainya dua bulan yang lalu disampaikan indeks kita 7.700, orang akan bilang tinggi. Tapi hari ini 7.700 dibilang rendah. Itulah pasar, berdinamika, bergerak, ada technical correction, itu sesuatu yang wajar. Jadi fluktuasi, ya itulah hakikatnya pasar,” ujarnya saat dikonfirmasi Jumat (29/8/2025). 

Jeffrey juga menuturkan bahwa sehari sebelumnya, Kamis (28/8), IHSG justru sempat mencatatkan rekor dengan menembus level 8.022 pada penutupan Sesi I. 

Menurutnya, koreksi tajam di tengah kondisi sosial-politik saat ini tidak serta merta menggoyahkan keyakinan investor.

Baca juga: Peminat Trading Meningkat, Gotrade Indonesia Perluas Layanan Investasi Saham AS

Dia menyebut, jumlah jnvestor sejak awal tahun bertambah hingga tiga juta secara nasional. Artinya, kata dia, menunjukkan optimisme yang menggeliat. 

"Itu, kan menunjukkan keyakinan. Mungkin itu yang kita jaga sama-sama supaya momentum pertumbuhan ini tetap terjaga, growth-nya tetap baik,” imbuhnya.

Terkait gejolak pasar akibat sentimen demo, Jeffrey menegaskan BEI tidak akan melakukan penyesuaian aturan. 

Ia menilai investor tetap akan mengambil keputusan rasional meskipun indeks sempat anjlok. 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved