Breaking News:

Gagal Ginjal pada Anak, Penyebabnya Masih Misterius, Ini Gejala yang Harus Dikenali

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat, ada 24 anak di Jabar yang terdeteksi mengalami gejala gagal ginjal pada anak. 3 di antaranya di Bandung.

Pixabay
Ilustrasi ginjal. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat, ada 24 anak di Jabar yang terdeteksi mengalami gejala gagal ginjal pada anak. Tiga di antaranya di Kota Bandung. 

TRIBUNJABAR.ID - Kasus gagal ginjal  pada anak dan balita di Jawa Barat terus meningkat.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat, ada 24 anak di Jabar yang terdeteksi mengalami gejala gagal ginjal pada anak. Tiga di antaranya di Kota Bandung.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat, Nina Susana Dewi, mengatakan terus berkoordinasi dengan IDAI terkait kasus gagal ginjal pada anak yang belum diketahui penyebabnya ini. Kasus di Jabar, ujarnya, tersebar di 10 daerah.

"Itu semuanya sudah terlaporkan ke IDAI. Jabar sendiri belum punya data , tapi kami melakukan koordinasi dengan IDAI. Selama ini IDAI akan terus berusaha dan itu artinya bisa tertanggulangi," kata Nina saat ditemui di Kiara Artha Park Bandung, Senin (17/10).

Baca juga: Kasus Gagal Ginjal Akut Misterius Ditemukan di Jabar, KPAI Bentuk Pokja Pengawasan

Ditemui di tempat yang sama, Plt Dinkes Kota Bandung, Anhar Hadian, mengatakan tiga anak yang mengalami gangguan ginjal akut misterius atau gangguan ginjal akut progresif atipikal (acute kidney injury/AKI) di Bandung masih dirawat di Rumah Sakit Umum Pusat Hasan Sadikin Bandung.

"Kami baru dapat data dari RSHS, tapi kami harus melacak dulu untuk memastikan kami melakukan penyelidikan epidemiologi. Kami datangi orang tua kami cek bagaimana kronologinya. Di kita ada tiga," ujarnya.

Meski sejauh ini gejalanya mengarah pada gangguan ginjal akut misterius, pihaknya ujar Anhar, belum dapat memastikan penyakit yang diderita tiga orang anak tersebut.

Berdasarkan informasi dari RSHS, kata Anhar, gejala yang dialami anak-anak tersebut yaitu demam, kaki bengkak, serta penurunan kesadaran. Selain itu penurunan buang air kecil yang diduga mengarah pada gagal ginjal akut misterius.

Baca juga: 10 Anak di Jabar Alami Gagal Ginjal Akut Misterius, Orangtua Diminta Perhatikan, Ini Gejalanya

Penyebab gangguan ginjal akut misterius atau gangguan ginjal akut progresif atipikal pada anak masih dicari. Meski demikian, sejauh ini, sudah ada beberapa infeksi virus yang ditemukan pada pasien AKI. Salah satu yang ditemukan adalah adanya Multisystem Inflammatory Syndrome in Children (MIS-C) atau long Covid-19.

MIS-C adalah komplikasi yang dapat muncul pada pasien Covid-19 anak, di mana terjadi peradangan di berbagai sistem organ termasuk ginjal.

Namun, Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K), mengatakan, hal ini perlu investigasi lebih lanjut. Sebab, belum ada virus spesifik yang ditemukan pada pasien AKI.

Virus-virus lain yang ditemukan dalam tubuh penderita, meliputi leptospirosis, influenzae, parainfluenzae, virus CMV, virus HSV, bocavirus, legionella, shigella, e.coli, dan sebagainya.

"Penyebabnya ini ada beberapa teori. Tadinya, kita duga terkait dengan Covid-19, merupakan MIS-C," kata Piprim dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Jumat (14/10).

"Tapi, setelah ditata laksana dengan MIS-C, hasilnya enggak berbeda dengan MIS-C yang sebelumnya. Jadi penyebabnya itu kita belum konklusif. Oleh karena itu, butuh investigasi lebih lanjut," ujarnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved