BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jawa Barat Serahkan Santunan untuk Ahli Waris Peserta

BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jawa Barat Serahkan Santunan untuk Ahli Waris Peserta BPJamsostek

Editor: Siti Fatimah
istimewa
Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat menyerahkan klaim jaminan sosial kepada sejumlah ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek di Bandung, Jumat (14/10/2022). Penyerahan klaim diberikan langsung Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum dan Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jawa Barat Suwilwan Rachmat. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat menyerahkan klaim jaminan sosial kepada sejumlah ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek di Bandung, Jumat (14/10/2022). Penyerahan klaim diberikan langsung Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum dan Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jawa Barat Suwilwan Rachmat.

Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jawa Barat Suwilwan Rachmat mengatakan, penyerahan santunan kali ini untuk tiga ahli waris masing-masing yakni ahli waris peserta dari mitra Grab, ahli waris dari non ASN yang berprofesi sebagai pekerja sosial dan ahli waris dari karyawan sebuah rumah makan.

"Pada pagi hari ini kami bisa memberikan manfaat santunan manfaat kepada ahli waris yang berhak bersama dengan Pak Wagub dan Pak Kadisnakertrasn kepada ahli waris dari mitra Grab yang meninggal dunia dan baru dua bulan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu diberikan juga santunan kepada ahli waris dari pekerja sosial di RT RW di kota Bandung kemudian juga ahli waris dari karyawan di Sindang Reret, dan di sini juga kami berikan beasiswa kepada dua orang anak dari ahli waris," kata Suwilwan Rachmat.

Baca juga: Wagub Jabar Serahkan Klaim BPJS Ketenagakerjaan Senilai Ratusan Juta Kepada Ahli Waris

Menurutnya, pemberian santunan beasiswa karena selain dari manfaat yang diberikan kepada ahli waris atau orang tuanya, juga kepada anaknya untuk mendapat pendidikan, mulai dari jenjang taman kanak-kanak atau TK , SMP, SMA sampai perguruan tinggi.

"Jadi selama jenjang pendidikan tersebut kita cover setiap tahun beasiswanya dengan nilai yang disesuaikan dengan bidang pendidikan," katanya.

Pihaknya akan terus mendukung upaya pemerintah dalam hal ini Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mendorong para pekerja baik formal maupun nonformal agar bisa menjadi perserta BPJS Ketenagakerjaan guna melindungi para pekerja dengan jaminan sosial.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyerahkan santunan klaim kepada sejumlah ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Santunan klaim Jaminan Kematian (JKM) kepada dua ahli waris, yakni dari seorang pengemudi ojek online asal Kabupaten Bandung dan seorang pekerja sosial RT RW di Kota Bandung, masing-masing Rp 42 juta, serta menyerahkan santunan klaim JKM, Jaminan Hari Tua (JHT), dan beasiswa kepada ahli waris pekerja dari Karawang, sebesar sekitar Rp 134 juta.

Baca juga: Rayakan Harpelnas, BPJS Ketenagakerjaan Dorong Pekerja Indonesia Tumbuh dan Kuat

"Saya berharap berharap akan semakin banyak pekerja formal maupun nonformal di Jabar yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Mengingat semua pekerja rentan dengan resiko pekerjaan, karena itu perlu adanya perlindungan bagi pekerja salah satunya dari manfaat yang diberikan oleh BPJS Ketenagakerjaan ink. Nah yang jadi kebanggan saya bisa mewakili BPJS Ketenagakerjaan memberikan bantuan terhadap anak-anaknya yang masih sekolah, jadi bukan hanya keluarga dapat santunan tapi peserta yang masih memiliki anak sekolah, juga dapat beasiswa," kata Pak Uu, sapaan akrab Wagub Jabar.

Pak Uu mengimbau kepada para pemimpin perusahaan yang karyawannya belum masuk asuransi BPJS Ketenagakerjaan, untuk mendaftarkan pekerjanya segera.

"Kita harus persiapan untuk hal-hal yang tidak diinginkan. Karena ingat, bahwa hidup ini serba tiba-tiba, termasuk kematian. Dalam hadis sudah menyatakan kalau untuk kematian, seakan kita akan mati besok, maka karena saya seolah akan mati besok, masuk BPJS Kesehatan hari ini untuk keluarga yang ditinggalkan," katanya.

Di lokasi yang sama,  Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat, Rachmat Taufik Garsadi, menargetkan 75 persen pekerja formal di Jawa Barat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan pada 2024.

Sedangkan pekerja nonformal ditargetkan di angka 30 persen.

Baca juga: Hindari Penyalahgunaan Data BSU, BPJS Ketenagakerjaan Menghimbau Pekerja Untuk Gunakan Kanal Resmi

"Kami sangat bertanggung jawab sekali sesuai dengan kewenangan, untuk mendorong seluruh pekerja formal maupun bukan penerima upah, untuk masuk di dalam program kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, khususnya di Jawa Barat. Karena dengan mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan ini semua risiko terkait dengan kecelakaan kerja, kemudian juga kematian, dan sebagainya, bisa ter-cover," katanya.

Kemudian khusus kepada para pekerja dan pemberi kerja, katanya, undang-undang yang berlaku mewajibkan seluruh pekerja masuk di dalam kepersertaan BPJS Ketenagakerjaan.

Untuk itu pihaknya mendorong seluruh pemberi kerja untuk memasukkan semua pekerjanya dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

Nurodiah (51), ahli waris penerima manfaat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan mengaku bersyukur mendapatkan santunan.

Ia tidak menyangka, meski baru dua bulan menjadi peserta namun sudah bisa mendapatkan santunan.

"Suami sudah lama jadi ojek online, tapi baru dua bulan ini jadi anggota BPJS Ketenagakerjaan. Jadi walau baru dua bulan, manfaatnya sangat terasa buat kami yang ditinggalkan oleh Almarhum suami," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved