Melalui Musdus, Pemdes Parungjaya di Majalengka Redam Kegaduhan Masyarakat yang Tak Dapatkan BLT BBM

Di Desa Parungjaya, Leuwimunding, Majalengka, pemerintah desa setempat memiliki cara tersendiri meredam gejolak masyarakat yang tak menerima BLT BBM

Penulis: Eki Yulianto | Editor: Darajat Arianto
Canva
ILUSTRASI - Di Desa Parungjaya, Leuwimunding, Majalengka, pemerintah desa setempat memiliki cara tersendiri meredam gejolak masyarakat yang tak menerima BLT BBM. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Eki Yulianto

TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA- Pemerintah saat ini masih menggulirkan program Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat terkait kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) akan mendapatkan uang tunai sebesar Rp 500 ribu.

Di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat masih ada sejumlah warga yang tidak masuk daftar penerima bantuan tersebut.

Data yang digulirkan oleh pusat, menjadi alasan pemerintah desa tak bisa berbuat banyak untuk bisa meredam kegaduhan di masyarakat.

Namun di Desa Parungjaya, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, pemerintah desa setempat memiliki cara tersendiri untuk meredam gejolak masyarakat tersebut.

Musyawarah dusun (musdus), menjadi salah satu caranya.

Kepala Desa Parungjaya, Ruslan mengatakan, musdus telah dilaksanakan sebelum bantuan tersebut tiba untuk didistribusikan.

Baca juga: Sekda Sumedang Bela Pihak Kelurahan Talun yang Sunat BLT BBM Lewat Kupon, Anggap Tak Sengaja

Hasilnya, terjadi kesepakatan bagi penerima BLT BBM agar menyisihkan kepada yang tidak menerima bantuan.

Dalam keputusan bersama itu, para KPM yang menerima bantuan telah sepakat menyisihkan sebesar Rp 100 ribu per KPM.

"Hasil Musyawarah Dusun (Musdus) itu memang inisiatif RT dan RW untuk mengcover masyarakat yang belum sama sekali menerima bantuan."

"Hasil kesepakatan dari penerima mau memberikan sebagian bantuan. Saya (kepala desa) tinggal menyetujuinya," ujar Ruslan, kepada media di kantor Kecamatan Leuwimunding, Selasa (27/9/2022).

Ruslan menegaskan, karena ini bersifat musyawarah hasil mufakat bukan berarti potongan kepada penerima.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved