Wanita Aniaya Penumpang Angkot
Lantunan Selawat Iringi Pemakaman Lisnawati, Korban Serangan Wanita Berpisau di Angkot di Sumedang
Ratusan orang mengiringi pemakaman Lisnawati. Mereka melantunkan selawat.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: taufik ismail
Syukur, anak tersebut selamat dan hanya mengalami luka ringan.
Selama hidup, Lisnawati mereupakan sosok yang baik di mata kerabat. Dia juga baik dalam kehidupan bertetangganya.
"Alhamdulillah baik sehari-harinya, dengan keluarga dekat, bertetangga juga baik, kemarin sebelum kejadian Kamis itu kumpul sama keluarga," kata Kartikasari (25) sepupu Lisnawati.
Di rumah duka, ratusan orang berduyun-duyun melayat. Mereka menyampaikan doa untuk Lisnawati.
Kartika dan Lisnawati begitu dekat sejak keduanya duduk di sekolah dasar.
"Waktu SD dekat sekali ke mana-mana bersama. Bahkan urusan mandi pun bersama. Terpisah sekolah itu karena SMP dan SMA beda angkatan," kata Kartika.
Lisnawati meninggalkan suami dan seorang anak berusia dua tahun.
Anak itu adalah yang selamat dalam peristiwa penyerangan oleh perempuan di dalam angkot.
Selain Lisnawati dan anaknya, perempuan bernama Rika juga menjadi korban.
Rika meninggal pada petang di hari kejadian peristiwa nahas itu.
"Waktu ada kejadian itu, tak ada firasat apa pun, tapi saya merasa lemas-lemas," katanya seraya menyebut tahu kejadian penyerangan karena kejadian itu viral di media sosial.
Baca juga: Sosok Lisnawati Korban Penyerangan Wanita Berpisau di Angkot, Orang Baik, Punya Anak Berumur 2 Tahun