Wanita Aniaya Penumpang Angkot

Lantunan Selawat Iringi Pemakaman Lisnawati, Korban Serangan Wanita Berpisau di Angkot di Sumedang

Ratusan orang mengiringi pemakaman Lisnawati. Mereka melantunkan selawat.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Kiki Andriana
Proses pemakaman jenazah Lisnawati (24), di TPU Cirengganis di Dusun Cirengganis, Desa Haurgombong, Kecamatan Pamulihan, Sumedang, Senin (26/9/2022) malam. 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Lantunan selawat ratusan orang mengiringi para penggali kubur menutup kembali liang lahat seusai jenazah Lisnawati (24) dibaringkan di dasarnya. 

"Allahumma shalli ala Muhammad," ucap mereka.

Tim pengubur yang semuanya lelaki mengayun-ayunkan cangkul, menyeret tanah agar memenuhi lubang kubur.

Di mulut lubang kubur, ada dua orang yang memadatkan tanah dengan cara menginjak-injak.

Lantunan selawat itu terus diulang, tak usai sebelum tim pengubur usai bekerja.

Lewat temaram cahaya neon yang dadakan dipasang di kuburan, wajah-wajah para pelayat terlihat sangat haru. 

Beberapa orang tampak menundukkan wajah. Mereka berdiri khidmat pada prosesi penguburan itu. 

"Sedih, tapi kalau melihat sebelum-sebelumnya, sekarang ikhlas, almarhumah sudah tak merasakan sakit lagi," kata Kartikasari (25) sepupu Lisnawati

Lisnawati dikuburkan di TPU Cirengganis di Dusun Cirengganis, Desa Haurgombong, Kecamatan Pamulihan. Jarak TPU hanya 200 meter dari rumah duka. 

Perempuan ini merupakan satu dari dua korban meninggal dunia akibat serangan perempuan berpisau di dalam angkot jurusan Tanjungsari-Cicalengka, Kamis (22/9/2022). 

Lisnawati meninggal dunia setelah menjalani 5 hari perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang

Korban lainnya adalah Rika (24), yang tak lain masih ada hubungan saudara dengan Lisnawati.

Rika meninggal dunia pada Kamis petang di hari kejadian penyerangan itu. 

Selain keduanya, anak berusia dua tahun yang merupakan anak Lisnawati juga berada dalam angkot itu serta dibawa loncat.

Syukur, anak tersebut selamat dan hanya mengalami luka ringan. 

Selama hidup, Lisnawati mereupakan sosok yang baik di mata kerabat. Dia juga baik dalam kehidupan bertetangganya. 

"Alhamdulillah baik sehari-harinya, dengan keluarga dekat, bertetangga juga baik, kemarin sebelum kejadian Kamis itu kumpul sama keluarga," kata Kartikasari (25) sepupu Lisnawati

Di rumah duka, ratusan orang berduyun-duyun melayat. Mereka menyampaikan doa untuk Lisnawati

Kartika dan Lisnawati begitu dekat sejak keduanya duduk di sekolah dasar. 

"Waktu SD dekat sekali ke mana-mana bersama. Bahkan urusan mandi pun bersama. Terpisah sekolah itu karena SMP dan SMA beda angkatan," kata Kartika. 

Lisnawati meninggalkan suami dan seorang anak berusia dua tahun.

Anak itu adalah yang selamat dalam peristiwa penyerangan oleh perempuan di dalam angkot. 

Selain Lisnawati dan anaknya, perempuan bernama Rika juga menjadi korban.

Rika meninggal pada petang di hari kejadian peristiwa nahas itu. 

"Waktu ada kejadian itu, tak ada firasat apa pun, tapi saya merasa lemas-lemas," katanya seraya menyebut tahu kejadian penyerangan karena kejadian itu viral di media sosial.

Baca juga: Sosok Lisnawati Korban Penyerangan Wanita Berpisau di Angkot, Orang Baik, Punya Anak Berumur 2 Tahun

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved