Wanita Aniaya Penumpang Angkot
Lantunan Selawat Iringi Pemakaman Lisnawati, Korban Serangan Wanita Berpisau di Angkot di Sumedang
Ratusan orang mengiringi pemakaman Lisnawati. Mereka melantunkan selawat.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: taufik ismail
Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Lantunan selawat ratusan orang mengiringi para penggali kubur menutup kembali liang lahat seusai jenazah Lisnawati (24) dibaringkan di dasarnya.
"Allahumma shalli ala Muhammad," ucap mereka.
Tim pengubur yang semuanya lelaki mengayun-ayunkan cangkul, menyeret tanah agar memenuhi lubang kubur.
Di mulut lubang kubur, ada dua orang yang memadatkan tanah dengan cara menginjak-injak.
Lantunan selawat itu terus diulang, tak usai sebelum tim pengubur usai bekerja.
Lewat temaram cahaya neon yang dadakan dipasang di kuburan, wajah-wajah para pelayat terlihat sangat haru.
Beberapa orang tampak menundukkan wajah. Mereka berdiri khidmat pada prosesi penguburan itu.
"Sedih, tapi kalau melihat sebelum-sebelumnya, sekarang ikhlas, almarhumah sudah tak merasakan sakit lagi," kata Kartikasari (25) sepupu Lisnawati.
Lisnawati dikuburkan di TPU Cirengganis di Dusun Cirengganis, Desa Haurgombong, Kecamatan Pamulihan. Jarak TPU hanya 200 meter dari rumah duka.
Perempuan ini merupakan satu dari dua korban meninggal dunia akibat serangan perempuan berpisau di dalam angkot jurusan Tanjungsari-Cicalengka, Kamis (22/9/2022).
Lisnawati meninggal dunia setelah menjalani 5 hari perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang.
Korban lainnya adalah Rika (24), yang tak lain masih ada hubungan saudara dengan Lisnawati.
Rika meninggal dunia pada Kamis petang di hari kejadian penyerangan itu.
Selain keduanya, anak berusia dua tahun yang merupakan anak Lisnawati juga berada dalam angkot itu serta dibawa loncat.