Pejabat BPN Cimahi yang Pungli Penerbitan Sertifikat Tanah Bakal Segera Disidang

Kasus pungutan liar (pungli) penerbitan sertifikat pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) dengan tersangka seorang pejabat segera disidangkan.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Giri
Tribunnews.com
ilustrasi - Kasus pungutan liar (pungli) penerbitan sertifikat pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) dengan tersangka seorang pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Cimahi berinisial IW, segera disidangkan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Kasus pungutan liar (pungli) penerbitan sertifikat pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) dengan tersangka seorang pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Cimahi berinisial IW, segera disidangkan.

IW merupakan Kepala Seksi Penetapan dan Pendaftaran Hak BPN Kota Cimahi.

Dia terkena operasi tangkap tangan (OTT) oleh penyidik Kejaksaan Negeri Cimahi (Kejari) Cimahi pada 1 Juli 2022.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Cimahi, Feby Gumilang, mengatakan, kasus tersebut saat ini sudah P21 dan dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan tahap dua, penyerahan tersangka dan barang bukti.

"Insyaallah dalam waktu dekat kita akan melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti dari penyidik kepada penuntut umum. Selanjutnya, kami akan melimpahkan ke Pengadilan Tipikor Bandung," ujar Feby saat ditemui di Kejari Cimahi, Kamis (22/9/2022).

Sejauh ini, kata Feby, belum ada tersangka baru dalam kasus pungli penerbitan sertifikat PTSL di Kota Cimahi tersebut.

Baca juga: Wali Kota Cimahi Dukung Penggunaan Kendaraan Listrik untuk Kendaraan Dinas, Tapi Akan Dibahas Dulu

"Sampai saat ini penyidik menyimpulkan, tersangkanya masih tersangka tunggal yaitu oknum salah satu pejabat yang meminta uang terhadap masyarakat yang ingin menerbitkan PTSL," kata Feby.

Kendati demikian, kata dia, untuk ke depan tidak menutup kemungkinan bakal ada tersangka yang lainnya dalam kasus pungli ini setelah penyidik melihat fakta persidangan.

Feby mengatakan, jika dilihat dari fakta penyidikan yang sudah dilakukan, kasus ini masih mengerucut terhadap satu tersangka saja.

"Tidak menutup kemungkinan tersangka akan bertambah, nanti kita lihat fakta persidangan. Nanti kita lihat sama-sama, siapa lagi yang terlibat dalam kasus ini," ucap Feby.

Baca juga: Waduh, NIK dan Nama Anggota TNI hingga Tenaga Honorer di Kota Cimahi Dicatut Parpol

Dalam penerbitan PTSL ini, IW meminta uang kepada masyarakat dari mulai Rp 300 ribu hingga Rp 3 juta per sertifikat tanah yang dikumpulkan melalui ketua RT dan RW.

Kemudian, uang diserahkan kepada seorang tenaga harian lepas (THL) untuk selanjutnya diserahkan kepada IW.

Dalam OTT itu, penyidik mengamankan sejumlah uang dengan total sebanyak Rp 35,4 juta, sedangkan total keseluruhan selama IW melakukan pungli penerbitan PTSL ini sudah menerima uang sebesar Rp 128,5 juta. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved