Kasus Ferdy Sambo
IPW Sebut Sosok Ini yang Diduga Kakak Asuh yang Coba Bantu Ferdy Sambo: Mantan Kapolri
Disebut-sebut, sosok kakak asuh Ferdy Sambo itu mencoba membantu agar hukuman terhadap suami Putri Candrawathi tersebut lebih ringan.
TRIBUNJABAR.ID, JAKARTA - Bergulirnya kasus polisi tembak polisi yang menewaskan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J diikuti dengan isu-isu besar di tubuh kepolisian.
Mulai dari kerajaan Sambo, konsorsium 303 yang merupakan konsorsium judi, hingga kini isu misteri kakak asuh yang menjadi pelindung Ferdy Sambo.
Disebut-sebut, sosok kakak asuh Ferdy Sambo itu mencoba membantu agar hukuman terhadap suami Putri Candrawathi tersebut lebih ringan.
Hal tersebut disampaikan Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso.
Sugeng Teguh Santoso bahkan menyebutkan nama yang diduga adalah kakak asuh Ferdy Sambo.
Orang yang diduga kakak asuh Ferdy Sambo adalah eks Kapolri Jenderal Idham Azis.
Kedekatan keduanya terjalin saat eks Kapolri itu belum pensiun.
Bahkan, kata Sugeng, kedekatannya itu membuat Ferdy Sambo mendapatkan posisi strategis di Satgasus Merah Putih.
Baca juga: Ini Besaran Uang Pensiun yang Harusnya Diterima Ferdy Sambo, Gaji Senilai Ini Juga Melayang
Namun kini, Satgasus tersebut telah dibubarkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
"Periode pertama dia sebagai sekretaris Satgasus ketika Pak Tito sebagai Kapolri dan Kasatgasusnya Idham Azis. Nah Idham Azis ini yang katanya biasa disebut kakak asuh (Ferdy Sambo)," kata Sugeng dalam diskusi di salah satu hotel di Jakarta Selatan, Rabu (21/9/2022).
Sugeng menjelaskan bahwa Ferdy Sambo langsung ditunjuk menjadi Kasatgasus Merah Putih saat Jenderal Idham Azis didapuk menjadi Kapolri. Dia bahkan menempati posisi tersebut selama 3 periode.
"Ketika Idham Azis menjadi Kapolri, Sambo menjadi Kasatgasus sampai dengan 3 periode Kasatgasus. Yang terakhir ditandatangani 1 Juli 2022, peristiwa (penembakan Brigadir J) terjadi 8 Juli 2022. Ada apa?," jelasnya.
Oleh karena itu, Sugeng mendukung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo membubarkan Satgasus Merah Putih. Sebab, konflik of interest dalam satgas tersebut sangat besar.
"Saya katakan bahwa ini konflik interest yang begitu besar. Sebagai Kadiv Propam, yang tugasnya memeriksa dugaan kode etik polisi, dia juga sebagai Kasatgasus, ini namanya bertentangan sekali. Bagaimana kalau tim Satgasus itu melakukan pelanggaran saat bertugas? karena dia harus memeriksa, maka semuanya harus ditutup-tutupi," pungkasnya.
Baca juga: INI Daftar Polisi yang Dipecat Selain Ferdy Sambo Terkait Kasus Tewasnya Brigadir J, Ada Kombes
Diberitakan sebelumnya, Eks Penasihat ahli Kapolri yang juga Guru Besar Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Prof Muradi mengungkap adanya sosok kakak asuh yang mencoba membantu mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo agar divonis ringan dalam kasus pembunuhan Brigadir J.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ferdy-sambo-saat-bernyanyi-pergi-pagi-pulang-pagi-kiri.jpg)