Uang BLT Disunat

Kasus Sunat BLT di Sumedang, Ada Warga Diminta Tunjukkan Bukti Bayar PBB Jika Ingin BLT Cair

Selain pemotongan untuk membeli kupon gerak jalan, kali ini yang muncul ke permukaan adalah adanya warga yang diminta syarat jika ingin BLT cair

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Ravianto
Istimewa/ warga- Agun
Dadang Juhadi (38), menunjukkan kupon gerak jalan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara. 

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Kasus dugaan pungutan liar saat pengambilan bantuan langsung tunai (BLT) di Kelurahan Talun, Sumedang membuka banyaknya keluhan masyarakat.

Selain keluhan pemotongan untuk membeli kupon gerak jalan, kali ini yang muncul ke permukaan adalah adanya warga yang diminta menunjukkan syarat jika ingin dana BLT cair.

Pria berinsial BN, tokoh masyarakat di Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang mengaku banyak menerima keluhan warga tentang potongan uang Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM untuk dibelikan kupon gerak jalan.

Dia mengatakan, warga merasa dirugikan atas pemotongan itu.

Menurutnya, apapun dalih kelurahan, warga memandang hal tersebut sebagai pemotongan.

Bukan hanya itu, ada warga yang mengeluhkan bahwa dia diminta menunjukkan bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) jika ingin jatah Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM cair.

Dadang Juhadi (38), menunjukkan kupon gerak jalan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara.
Dadang Juhadi (38), menunjukkan kupon gerak jalan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara. (Istimewa/ warga- Agun)

"Ada laporan dari warga yang merasa dipermalukan ketika mengantre BLT ditanya sudah lunas PBB atau belum," kata BN kepada TribunJabar.id di Tegalkalong, Sumedang, Selasa (20/9/2022).

"Setahu saya, berdasarkan laporan yang diterima, warga diwajibkan membawa KTP, surat keterangan vaksin, dan surat lunas PBB, dan uang membeli kupon jika mau BLT cair," ujarnya.

Dia mengatakan, sebetulnya dalam persoalan pemotongan BLT ini adalah ketua RT merasa terbebani harus menjual banyak kupon kepada warga.

Baca juga: Wagub Jabar: Tidak Boleh Memotong BLT untuk Apapun

Maka, ketika target penjualan tak tercapai, para Ketua RT bersiasat menjual kupon kepada warga penerima BLT.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved