Pemuda di Pangandaran Jemput Sampah di Rumah Warga Lalu Dikelola di Bank Sampah, Jadi Tabungan

Pemuda di Pangandaran memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi barang bernilai ekonomis untuk membantu perekonomian warga.

Penulis: Padna | Editor: Giri
Tangkap layar video Sajidin
Pemuda di Pangandaran mengambil dan memilah sampah yang diambil dari rumah warga. Sampah anorganik dikelola di bank sampah untuk menghasilkan uang. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Pemuda di Pangandaran memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi barang bernilai ekonomis untuk membantu perekonomian warga.

Para pemuda di Dusun Pasar, Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, mengolah sampah anorganik yang biasanya berserakan menjadi tabungan investasi.

"Selain bertujuan untuk menciptakan kebersihan lingkungan, pola pikir kami sekarang di rubah. Jadi, sekarang melihat sampah bukan hal yang kotor tapi seperti melihat barang berharga," ujar Eris selaku penggerak pemanfaatan sampah kepada Tribunjabar.id di halaman rumahnya, Sabtu (17/09/2022) siang.

Tentunya, perubahan-perubahan pola pikir ini menjadi penyemangat bagi para pemuda di Desa Ciganjeng.

Dalam seminggu sekali, sampah yang sudah dipisahkan dari sampah organik oleh masing-masing warga di rumahnya dibawa oleh para pemuda setempat.

Eris bersama pemuda lainnya mendatangi rumah warga secara door to door.

Baca juga: Sempat Tertutup Longsor, Kini Jalan Pangandaran-Tasikmalaya Bisa Dilewati, Hati-hati Masih Licin!

"Kita ambil sampah lalu ditimbang dan mencatat hasil timbangannya di buku tabungan yang sudah disediakan," katanya.

Sampah yang diambil, ditimbang, dan dicatat di buku tabungan, kapan saja warga bisa mengambil sesuai dengan keperluan masing-masing.

"Untuk pengambilan tabungan, warga bebas mau kapan saja. Karena, kami tidak menentukan waktu," ucap dia.

Jika masyarakat kondisinya benar-benar membutuhkan, apalagi kebutuhannya sangat mendesak, bisa langsung datang ke pengelola.

"Tentu, sesuai dengan tabungan yang mereka miliki," kata Eris.

Baca juga: Turis Nyaris Dihakimi Massa di Pangandaran, Ini Peristiwa yang Terjadi Sebelumnya

Menurutnya, kegiatan menabung sampah ini tidak lain bertujuan untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya kebersihan.

Selain membiasakan menabung, juga memanfaatkan sampah plastik, botol plastik, bekas Aqua dan lainnya yang dimiliki warga di rumahnya masing-masing.

"Karena, ternyata banyak jenis sampah anorganik yang bernilai ekonomis tinggi. Semua jenis sampah anorganik kita tampung di bank sampah yang kita kelola," ujarnya. (*) 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved