Pengedar Narkoba yang Ditangkap BNN KBB di Objek Wisata Lembang Ternyata Disuruh Tahanan di Lapas

Pengedar narkoba berinisial IS yang diringkus BNN KBB di Kampung Batu Reog, Desa Gudang Kahuripan, Lembang ternyata disuruh oleh tahanan narkoba

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Darajat Arianto
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bandung Barat (KBB) saat konferensi pers penangkapan pengedar narkoba di Lembang. Konferensi pers digelar di kantor BNN KBB, Kamis (15/9/2022). Pengedar narkoba berinisial IS yang diringkus BNN KBB di Kampung Batu Reog, Desa Gudang Kahuripan, Lembang ternyata disuruh oleh tahanan narkoba. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Pengedar narkoba berinisial IS (30) yang diringkus petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bandung Barat (KBB) di Kampung Batu Reog, RT 2/8, Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang ternyata disuruh oleh tahanan narkoba.

Tersangka itu disuruh tahanan narkoba yang mendekam di salah satu lembaga pemasyarakatan (Lapas) yang ada di Jawa Barat.

Namun, narkoba jenis sabu-sabu seberat 100 gram yang akan diedarkan tersangka ini gagal, karena dia ditangkap petugas BNN KBB saat akan melakukan transaksi.

Kepala BNN Bandung Barat, AKBP M Julian mengatakan, berdasarkan hasil pendalaman dan pemeriksaan, bahwa tersangka IS ini merupakan kurir peredaran narkoba jaringan Lapas.

"Sejauh ini yang bersangkutan mengaku sebagai kurir dengan jaringan salah satu lapas di wilayah Jawa Barat," ujarnya saat gelar perkara di Kantor BNN Bandung Barat, Kamis (15/9/2022).

Dalam melancarkan aksinya, kata Julian, tersangka IS ini menggunakan ponsel jadul untuk berkomunikasi dengan jaringan lapas dan para konsumen supaya dia bisa mengelabui petugas dan menghindar dari pantauan atau sadap petugas.

Baca juga: Nyamar Jadi Konsumen, Polres Cirebon Kota Ringkus Pengedar Narkoba di Depan Goa Sunyaragi

Dengan melihat cara IS mengedarkan narkoba itu, Julian menyebutkan bahwa tersangka ini sudah cukup lama dan berpengalaman bermain dalam melakukan peredaran narkoba jaringan lapas ini.

"Sehingga pelaku sengaja menggunakan handphone jadul untuk komunikasi. Kami bakal melakukan pengembangan terkait adanya kemungkinan tersangka lain," ucapnya.

Julian mengatakan, selama ini terpidana narkotika cukup mendominasi di dalam lapas, sehingga, banyak kasus peredaran narkoba jaringan lapas yang sudah terungkap.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved