2 Kurir dan Pengguna Sabu di Sumedang Diringkus Polisi, Edarkan dengan Modus COD dan Tempel

Selain membekuk tiga pelaku, timbangan digital, alat isap sabu dan 15 paket hemat sabu-sabu seberat 17, 08 gram turut disita polisi.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Kiki Andriana
Kapolres Sumedang AKBP Indra Setiawan memamerkan barang bukti yang disita dari tiga pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu di Mapolres Sumedang, Rabu (3/8/2022). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Tiga pelaku penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu berhasil diringkus Satuan Reserse Narkoba Polres Sumedang.

Selain membekuk tiga pelaku, timbangan digital, alat isap sabu dan 15 paket hemat sabu-sabu seberat 17, 08 gram turut disita polisi.

Ketiga pelaku yang diringkus di lokasi berbeda ini adalah RD (26) warga Kampung Baru Desa Cipacing, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, DW (23) warga Kampung Cipasir Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, dan RB (33) warga Kampung Cihaur, Desa Sukamulya, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Baca juga: Anggota DPRD Purwakarta yang Ketahuan Pesta Sabu Dibawa ke BNN Karawang, Akan Direhab atau Dipidana?

Kapolres Sumedang AKBP Indra Setiawan mengatakan, pengungkapan peredaran sabu-sabu ini setelah mendapat informasi dari masyarakat adanya penyalahgunaan narkoba jenis sabu.

Kemudian, kata Indra, berbekal informasi tersebut, Tim Satres Narkoba Polres Sumedang langsung melakukan penyelidikan.

"Petugas langsung melakukan penyelidikan, dan pelaku RD berhasil ditangkap petugas di wilayah Sayang, Jatinangor pada Sabtu (16/7/2022) sekira pukul 00.30 WIB," kata Indra Setiawan kepada TribunJabar.id, di Mapolres Sumedang, Rabu (3/8/2022).

Bukan hanya itu, kata Indra, polisi mendapatkan nama lain dalam peredaran sabu-sabu itu.

Menurutnya, pelaku RD mengaku mendapatkan pasokan sabu dari dua orang pria berinisial DW dan RB.

"Petugas langsung mengembangkan kasus ini, dan berhasil menangkap dua pelaku lainnya di wilayah Rancaekek," kata Kapolres.

"Pelaku RD diduga sebagai pengguna sabu, dan dua pelaku lainnya sebagai kurir," kata Kapolres, menambahkan.

Baca juga: 4 Polisi Jadi Korban Pembacokan saat Akan Tangkap Pelaku Penyalahgunaan Narkoba

Indra menuturkan, modus operandi yang dilakukan para pelaku untuk mengedarkan narkoba ada dua metode, yakni sistem cash on delivery (COD) atau bertemu langsung serta metode tempel dengan menyimpan narkoba di salah satu tempat.

"Modusnya ditempel di salah satu tempat," ujar Indra seraya menyebut para pelaku dijerat Pasal 114 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) dan atau Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved